IMG_1869

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di kantor Imigrasi Ranai, Senin (1/6/2026). (Foto: nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Di tengah derasnya arus perubahan global dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
‎
‎Semangat itulah yang tergambar dalam pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II TPI Ranai di halaman kantor, Senin (1/6/2026).
‎
‎Upacara berlangsung khidmat dan diikuti seluruh pegawai sebagai bentuk penghormatan terhadap Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi pemersatu bangsa.

Kepala kantor Imigrasi Ranai Wahyu Purwanto menyampaikan sambutan. (Foto: nang)

‎Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Ranai, Wahyu Purwanto, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam memberikan pelayanan keimigrasian yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
‎
‎Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pegawai dalam menjaga persatuan, meningkatkan disiplin kerja, serta menginternalisasi nilai-nilai BerAKHLAK sebagai budaya kerja ASN.
‎
‎Semangat tersebut juga sejalan dengan upaya pembangunan Zona Integritas dan pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang terus dijalankan di lingkungan Kantor Imigrasi Ranai.

Baca Juga:  Pemko Batam Targetkan Pendapatan PBJT Tenaga Listrik Rp 437,4 Miliar pada Tahun 2026
Pengibaran bendera merah putih. (Foto: nang)

‎Pada kesempatan itu turut dibacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”
‎
‎Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.
‎
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” yang telah terbukti mampu menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan global.

Penghormatan bendera merah putih oleh peserta upacara. (Foto: nang)

Dengan lebih dari 17 ribu pulau, ratusan etnis, bahasa, dan budaya, Indonesia menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang kuat.
‎
Pancasila juga disebut sebagai “jangkar moral” bangsa dalam menghadapi berbagai dinamika dunia, mulai dari disrupsi teknologi hingga perubahan geopolitik yang semakin kompleks.
‎
Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia terus berupaya mengambil peran dalam menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Kepala Imigrasi Ranai, Wahyu Purwanto. (Foto: nang)

Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran diplomasi dalam penyelesaian konflik regional, hingga konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai Pancasila di tingkat global.
‎
Melalui amanat tersebut, generasi muda juga diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology, bukan sekadar simbol yang terpajang di dinding maupun tertulis dalam buku sejarah.
‎
Nilai-nilai luhur Pancasila harus terus hadir dalam kehidupan sehari-hari sebagai benteng menghadapi intoleransi, radikalisme, serta berbagai ancaman yang dapat mengganggu harmoni kebangsaan.

Baca Juga:  Ditpam BP Batam Resmi Berada Dibawah Koordinasi Deputi Bidang Pelayanan Umum
Suasana upacara Hari Lahir Pancasila di Kantor Imigrasi Ranai. (Foto: nang)

Bagi Kantor Imigrasi Ranai, semangat tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik yang semakin profesional, responsif, dan terpercaya.
‎
Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar nilai-nilai Pancasila senantiasa menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menjadi kompas pengabdian seluruh insan Imigrasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
‎
‎Sejalan dengan slogan “Imigrasi Untuk Rakyat”, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang berkualitas harus selalu berpijak pada nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. MK-nang

Redaktur: Munawir Sani