Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menhan Jepang Koizumi Shinjiro. (f: detik.com)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa disiplin Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki akar sejarah dari pelatihan militer pada masa Pembela Tanah Air (PETA) yang dididik oleh tentara Jepang.
Hal tersebut disampaikan Sjafrie dalam pernyataan bersama sebelum penandatanganan kerja sama pertahanan Defense Cooperation Arrangement (DCA) antara Indonesia dan Jepang bersama Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menurut Sjafrie, hubungan Indonesia dan Jepang telah terjalin sejak sebelum kemerdekaan Indonesia pada 1945, yang menjadi bagian dari latar belakang historis kedua negara.
“Hubungan Indonesia-Jepang bagi kami sudah merupakan historical background yang dilaksanakan sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai kedisiplinan yang dimiliki TNI saat ini tidak lepas dari pengalaman pelatihan militer di masa lalu.
“Semangat disiplin dari TNI juga kami peroleh saat mendapatkan pelatihan bersama dari PETA yang dididik oleh tentara Jepang,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dan Jepang juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang industri pertahanan dan pengembangan sumber daya manusia militer.
Kedua negara berkomitmen mendorong kerja sama yang bersifat substantif dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional masing-masing.
Selain itu, Sjafrie dan Koizumi juga membahas kerja sama dalam bidang kemanusiaan, termasuk penanggulangan bencana alam.
“Kami akan saling bertukar pandangan mengenai pembangunan pertahanan dan bekerja sama dalam hubungan kemanusiaan untuk mengatasi bencana alam,” jelas Sjafrie.
Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang, khususnya dalam bidang pertahanan, keamanan, dan kemanusiaan. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
