nasaruddin-umar-presiden-pertama-majelis-imam-masjid-dunia

Menag Nasaruddin Umar saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (25/9/2026).(Dok Kemenag)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dipercaya menjadi presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) atau Majelis Imam Masjid Dunia.

Penetapan tersebut dilakukan setelah forum International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 menyepakati pembentukan organisasi yang menghimpun para imam masjid dari berbagai negara.

Nasaruddin mengaku menerima amanah tersebut dengan penuh kerendahan hati. Ia bahkan menyampaikan kekhawatirannya tidak mampu memenuhi harapan yang diberikan kepadanya.

“Saya merasa tidak pantas untuk dipilih menjadi pimpinan imam besar. Saya takut mengecewakan harapan dari sini. Karena itu, jika ini memang kehendak-Nya memilih saya sebagai pimpinan, saya harap agar dapat memahami kelemahan saya dan membantu saya mengatasi kelemahan itu,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Nasaruddin Ingin Peran Masjid Diperluas

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin menekankan pentingnya mengembalikan masjid sebagai salah satu pusat kehidupan masyarakat.

Menurutnya, masjid tidak seharusnya hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah. Masjid juga perlu menjadi ruang untuk memberdayakan masyarakat, mempertemukan berbagai kelompok, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat dan kemanusiaan.

Baca Juga:  Betrand Peto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Kekerasan Seksual

“Masjid itu kita harus mengubah. Selama ini umat yang memberdayakan masjid, tetapi kita harus membalik, masjidlah yang harus memberdayakan umat,” katanya.

Nasaruddin merujuk pada fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW. Pada masa tersebut, masjid tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga menjadi tempat pendidikan, konsultasi, pertemuan, dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Masjid itu bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat pemberdayaan umat, masjid itu sekretariat Negara, sekretariat memberdayakan Imam, Masjid juga baitul mal, pada zamannya,” tegasnya.

IAMI Berkedudukan di Jakarta

Nasaruddin berharap para imam besar dari berbagai negara dapat bersama-sama mendukung pelaksanaan amanah tersebut.

Ia menyatakan siap mengerahkan tenaga, pikiran, waktu, dan kemampuannya untuk menjalankan tugas sebagai pimpinan organisasi tersebut demi kepentingan umat.

IAMI dibentuk setelah muncul berbagai masukan dari imam, mufti, serta delegasi dari 46 negara yang mengikuti forum IGIC 2026.

Organisasi tersebut menetapkan Jakarta sebagai lokasi sekretariat permanen sekaligus pusat administrasi.

Selain sekretariat pusat di Jakarta, IAMI juga memiliki kantor wilayah yang tersebar di sejumlah kawasan dunia. Kantor tersebut berada di Kuala Lumpur untuk kawasan Asia, Kairo untuk Timur Tengah, Nairobi untuk Afrika, London untuk Eropa, New York untuk Amerika Utara, Rio de Janeiro untuk Amerika Selatan, serta Canberra untuk kawasan Australia dan Pasifik.

Baca Juga:  Gerhana Matahari Total 2027 Akan Gelapkan Makkah Selama Lebih dari 6 Menit, Terlama Abad Ini

Pembentukan IAMI diharapkan menjadi wadah kerja sama para imam dari berbagai negara dalam memperkuat peran masjid serta meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat dan kemanusiaan. MK-komp

Redaktur : Munawir Sani