Times New Roman pertama kali diperkenalkan surat kabar The Times pada 3 Oktober 1932 setelah melalui serangkaian pengujian keterbacaan. (nypl)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Times New Roman menjadi salah satu jenis huruf paling dikenal dan banyak digunakan di dunia, termasuk dalam penulisan dokumen resmi, buku, hingga berbagai publikasi. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa font legendaris ini lahir dari kritik terhadap tampilan huruf sebuah surat kabar Inggris.
Sejarah Times New Roman bermula ketika Stanley Morison, penasihat tipografi Monotype Corporation, menilai jenis huruf yang digunakan surat kabar The Times sudah ketinggalan zaman dan kurang nyaman dibaca.
Kritik tersebut kemudian mendapat tantangan dari pihak surat kabar. Morison diminta merancang jenis huruf baru yang lebih baik, efisien, dan mudah dibaca.
Dalam proses pengerjaannya, Morison dibantu oleh seorang juru gambar atau draftsman bernama Victor Lardent. Keduanya berfokus menciptakan desain huruf yang mampu memaksimalkan ruang pada setiap baris tanpa mengorbankan keterbacaan.
Terinspirasi Huruf Klasik, Dirancang Lebih Efisien
Mengutip tulisan New York Public Library yang diterbitkan pada Desember 2014, Morison mengambil inspirasi dari sejumlah desain huruf klasik. Salah satu referensinya adalah Plantin, jenis huruf modern yang berakar dari desain lebih tua bernama Gros Cicero karya Robert Granjon.
Dalam istilah tipografi, kata cicero merujuk pada ukuran huruf yang pada masa itu setara dengan sekitar 11,5 poin. Sementara itu, kata gros menggambarkan proporsi huruf.
Untuk membuat desain yang lebih efisien, Morison meningkatkan ukuran x-height, yakni tinggi badan huruf kecil yang tidak memiliki bagian menjulang ke atas atau menjulur ke bawah, seperti huruf a, c, dan m.
Ia juga mempersempit jarak antarhuruf atau tracking agar susunan tulisan menjadi lebih padat dan mampu memuat lebih banyak karakter dalam satu baris.
Namun, perubahan tersebut tidak dilakukan sembarangan. Morison dan Lardent turut menyesuaikan ketebalan serta bentuk bagian-bagian huruf agar tetap nyaman dibaca.
Guratan utama yang lebih tebal, misalnya pada garis vertikal huruf n, diperlebar agar dapat menampung lebih banyak tinta. Hasilnya, huruf terlihat lebih gelap ketika dicetak sehingga kontras dengan kertas menjadi lebih jelas.
Sebaliknya, bagian pertemuan antara guratan tebal dibuat lebih tipis untuk mencegah bentuk huruf terlihat kabur. Penyesuaian ini membantu mempertahankan kejelasan karakter sekaligus memberikan tampilan yang lebih seimbang.
Perbedaan desain tersebut dapat terlihat ketika membandingkan jenis huruf lama yang digunakan The Times dengan rancangan baru Morison dan Lardent.
Resmi Diluncurkan pada 3 Oktober 1932
Sebelum digunakan secara resmi, desain baru tersebut melewati serangkaian pengujian. Pada 1926, British Medical Research Council menerbitkan laporan mengenai keterbacaan teks cetak. Rancangan huruf baru itu kemudian disusun dengan mempertimbangkan rekomendasi dalam laporan tersebut.
Pihak The Times juga menyerahkan halaman percobaan kepada seorang pakar oftalmologi terkemuka untuk mendapatkan penilaian mengenai kenyamanan membaca.
Pengujian lainnya dilakukan dengan membaca teks dalam waktu lama, baik di bawah cahaya alami maupun buatan. Setelah melewati pemeriksaan dan perbaikan berulang, desain akhir akhirnya disetujui.
Jenis huruf tersebut kemudian diberi nama The Times New Roman dan resmi diperkenalkan pada 3 Oktober 1932.
Menurut catatan The Monotype Recorder, pembaca The Times telah diingatkan setiap hari mengenai perubahan jenis huruf dan proses percetakan sejak 26 September hingga 3 Oktober tahun tersebut.
Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam sejarah penerbitan karena The Times disebut sebagai surat kabar pertama yang merancang jenis hurufnya sendiri.
Surat kabar tersebut juga memegang hak eksklusif atas penggunaan jenis huruf itu selama satu tahun.
Mulai Digunakan di Amerika Serikat
Meski telah diperkenalkan pada 1932, Times New Roman tidak langsung digunakan secara luas oleh penerbit di Amerika Serikat.
Salah satu kendalanya adalah kebutuhan terhadap kualitas kertas dan jumlah tinta tertentu agar karakter huruf dapat tampil optimal ketika dicetak.
Seiring waktu, jenis huruf ini mulai diterima oleh penerbit buku dan majalah. Salah satu klien besar pertamanya di Amerika Serikat adalah majalah Woman’s Home Companion pada Desember 1941.
Selanjutnya, Chicago Sun-Times mulai menggunakan Times New Roman dalam proses percetakannya pada 1953.
Popularitasnya terus meningkat seiring berkembangnya industri penerbitan dan teknologi percetakan.
Masuk ke Era Komputer melalui Apple dan Microsoft
Popularitas Times New Roman semakin meluas ketika teknologi komputer dan printer digital berkembang.
Menurut keterangan Microsoft, Times New Roman telah tersedia sejak Version 1.00 dan disertakan bersama Windows 3.1 serta Windows for Workgroups 3.11.
Windows 3.1 dirilis pada 6 April 1992, sedangkan Windows for Workgroups 3.11 diluncurkan pada 8 November 1993.
Ahli tipografi sekaligus desainer huruf Thomas Phinney pernah menjelaskan melalui platform Quora bahwa Times sudah menjadi jenis huruf yang sangat populer bahkan sebelum komputer digunakan secara luas.
Menurut Phinney, berbagai sistem penataan huruf atau typesetting telah memiliki versi resmi Times, baik Times New Roman dari Monotype maupun Times Roman yang dilisensikan dari Linotype. Sejumlah perusahaan lain juga membuat versi tiruan atau adaptasi, seperti CG Times dan Tms Rmn.
Ketika printer digital mulai berkembang, penggunaan jenis huruf Times menjadi pilihan yang masuk akal karena popularitas dan ketersediaan versinya di berbagai sistem.
Salah satu langkah penting terjadi ketika Adobe menjadikan Times Roman versi Linotype sebagai salah satu font awal untuk sistem penataan huruf PostScript.
Font tersebut kemudian disertakan dalam perangkat berbasis PostScript generasi awal, termasuk Apple LaserWriter yang diperkenalkan pada 1985. Lini printer HP LaserJet juga menggunakan versi Times, kemungkinan sejak model pertamanya pada 1984 atau tidak lama setelah itu.
Apple kemudian melisensikan font tersebut dari Linotype untuk Mac OS 7 pada 1991. Sementara itu, Microsoft melisensikannya dari Monotype untuk Windows 3.1 pada 1992.
Ketersediaannya pada komputer dan printer membuat Times New Roman semakin dikenal oleh pengguna di berbagai negara.
Dari sebuah kritik terhadap desain huruf surat kabar pada awal abad ke-20, Times New Roman akhirnya berkembang menjadi salah satu jenis huruf paling berpengaruh dalam sejarah tipografi modern. Perjalanannya menunjukkan bagaimana kebutuhan akan tulisan yang mudah dibaca dan efisien dapat melahirkan desain yang bertahan selama puluhan tahun. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
