Kreator YouTube yang menghadapi kenaikan syarat monetisasi mulai 2027. (f: net)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Google diduga tengah menyiapkan aplikasi baru bernama Tamba yang berpotensi membawa YouTube ke arah platform media sosial. Indikasinya muncul setelah sejumlah kode dan aset visual terkait aplikasi tersebut ditemukan dalam versi terbaru YouTube untuk Android.
Temuan itu diungkap Android Authority yang menelusuri kode aplikasi YouTube. Di dalamnya terdapat berbagai referensi mengenai Tamba, termasuk logo dengan tampilan berbeda dari identitas visual YouTube yang selama ini dikenal.
Tak hanya logo, Tamba juga memiliki kumpulan ikon tersendiri. Beberapa di antaranya berupa ikon beranda, pencarian, kamera, kotak masuk, obrolan, stiker, mikrofon, hingga bookmark. Susunan ikon tersebut dinilai lebih menyerupai antarmuka aplikasi media sosial seperti Instagram dan X.
Ditemukan Fitur Chat, Grup, hingga Permintaan Pengikut
Petunjuk lain yang menarik perhatian adalah deretan kode yang mengarah pada fitur-fitur sosial. Android Authority menemukan referensi untuk pesan pribadi, obrolan grup, fitur hearts yang diduga menjadi alternatif tombol suka, hingga permintaan mengikuti akun.
Keberadaan fitur tersebut mengindikasikan bahwa Tamba kemungkinan dirancang dengan pendekatan berbeda dari aplikasi utama YouTube yang selama ini berfokus pada konten video.
Tamba juga memiliki identitas teknis tersendiri. Logo aplikasi itu dikaitkan dengan nama paket com.google.android.youtube.sandbox, yang diperlakukan sebagai aplikasi terpisah dalam kode YouTube.
Selain itu, ditemukan pengidentifikasi klien khusus, yakni ANDROID_SANDBOX dan IOS_SANDBOX. Temuan ini memunculkan dugaan bahwa Google sedang mengembangkan Tamba untuk perangkat Android maupun iPhone.
Penggunaan istilah sandbox juga menarik untuk dicermati. Dalam pengembangan perangkat lunak, sandbox umumnya merujuk pada lingkungan terpisah yang digunakan untuk menguji fitur atau teknologi tanpa mengganggu produk utama.
Dengan demikian, Tamba bisa saja menjadi ruang eksperimen YouTube untuk menguji berbagai konsep media sosial sebelum memutuskan apakah fitur tersebut layak diterapkan secara lebih luas.
Meski demikian, Tamba tidak sepenuhnya terlihat seperti pengujian internal sederhana. Kode yang ditemukan turut merujuk pada paket terpisah com.google.android.youtube.test. Aplikasi ini juga disebut memiliki fitur tambahan yang tidak tersedia di YouTube utama, termasuk teks panduan bagi pengguna baru.
Apakah Tamba Akan Menjadi Media Sosial Baru?
Sebenarnya, YouTube sudah mulai memperluas fungsi sosial di dalam aplikasinya. Salah satunya melalui fitur pesan pribadi yang memungkinkan pengguna berbagi video dengan teman tanpa harus berpindah ke aplikasi lain.
YouTube juga telah mengungkap rencana menghadirkan fitur obrolan grup dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, sejumlah fungsi yang ditemukan dalam kode Tamba berpotensi berkaitan dengan pengembangan fitur sosial yang sedang disiapkan untuk YouTube.
Ada kemungkinan Tamba menjadi wadah bagi Google untuk menguji berbagai ide tersebut sebelum diterapkan ke aplikasi utama. Namun, belum ada kepastian apakah aplikasi ini memang diproyeksikan sebagai platform media sosial tersendiri atau hanya lingkungan pengujian internal.
Hingga kini, identitas dan tujuan akhir Tamba belum diumumkan secara resmi. Google juga belum memberikan komentar mengenai temuan tersebut.
Karena seluruh petunjuk masih berasal dari kode aplikasi dan aset yang bersifat eksperimental, belum dapat dipastikan apakah Tamba akan dirilis untuk publik. Pengguna masih perlu menunggu pengumuman resmi Google untuk mengetahui arah pengembangan proyek tersebut. MK–-mun
Redaktur : Munawir Sani
