Foto: Warga menunggu di stasiun Taichung High Speed Rail, setelah gempa berkekuatan 6,8 di Taiwan tenggara menunda layanan kereta api 18 September 2022. (REUTERS/ANN WANG)
TAIWAN (marwahkepri.com) – Presiden Taiwan Lai Ching-te mengusulkan program pembagian uang tunai sebesar 10.000 dolar baru Taiwan (NT$10.000) atau sekitar Rp5,5 juta kepada setiap warga pada 2027.
Rencana tersebut akan dimasukkan ke dalam rancangan anggaran pemerintah pusat Taiwan tahun depan. Total anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai 235,7 miliar dolar baru Taiwan, atau sekitar Rp131,5 triliun.
Lai mengatakan program tersebut dapat dilakukan setelah pemerintah menaikkan proyeksi penerimaan pemerintah pusat Taiwan pada 2027 menjadi NT$3,92 triliun.
Dengan peningkatan penerimaan tersebut, pemerintah Taiwan menilai pembagian uang tunai dapat dimasukkan ke dalam anggaran tanpa mengganggu keseimbangan fiskal dan tanpa menambah utang baru secara signifikan.
“Kami telah memutuskan untuk menambahkan 235,7 miliar dolar baru Taiwan dalam pengeluaran untuk memberikan uang tunai 10.000 dolar baru Taiwan kepada setiap orang tahun depan, sehingga ‘dividen AI dapat dibagikan kepada semua orang,'” kata Lai dalam keterangan di Kantor Kepresidenan Taiwan, dikutip dari Focus Taiwan, Jumat (21/8/2026).
Lai mengatakan dana tersebut nantinya dapat digunakan masyarakat sesuai kebutuhan masing-masing.
Uang tunai itu dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pendidikan, perawatan lansia, kebutuhan rumah tangga hingga belanja yang mendukung bisnis lokal.
Meski demikian, pemerintah Taiwan belum memberikan rincian mengenai siapa saja yang nantinya memenuhi syarat menerima dana tersebut.
Mekanisme distribusi dan jadwal pembayaran juga belum diumumkan.
Karena program tersebut masih akan masuk dalam rancangan anggaran pemerintah, pelaksanaannya juga masih bergantung pada proses anggaran yang berlaku di Taiwan.
Rencana pembagian uang tunai tersebut muncul ketika ekonomi Taiwan mencatat pertumbuhan yang sangat kuat.
Lonjakan tersebut terutama didorong meningkatnya permintaan global terhadap teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).
Pemerintah Taiwan bahkan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 11,05%, dari proyeksi sebelumnya sebesar 9,64%.
Pada paruh pertama 2026, ekonomi Taiwan tumbuh 14,15%.
Lai mengatakan pertumbuhan ekonomi Taiwan sepanjang tahun ini diperkirakan menjadi yang tertinggi dalam 39 tahun.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong meningkatnya permintaan terhadap AI, high-performance computing (HPC), dan layanan cloud.
Kenaikan permintaan global tersebut kemudian mendorong peningkatan pesanan, ekspor, serta investasi pada rantai pasok semikonduktor, industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT), dan manufaktur Taiwan.
Meski ekonomi tumbuh pesat, Lai mengingatkan bahwa manfaat pertumbuhan tersebut belum dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Sebagian warga Taiwan bekerja di sektor yang tidak secara langsung menikmati ledakan industri AI, termasuk sektor jasa, industri tradisional, serta usaha kecil dan menengah.
Karena itu, pemerintah ingin memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi berbasis AI dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Program uang tunai tersebut kemudian disebut Lai sebagai “dividen AI”.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi yang didorong industri teknologi tidak hanya menguntungkan perusahaan dan pekerja di sektor teknologi, tetapi juga masyarakat secara lebih luas.
Taiwan sebelumnya juga pernah menjalankan program pembagian uang tunai universal sebesar NT$10.000 pada 2025.
Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak tarif Amerika Serikat dan tekanan inflasi.
Pada program sebelumnya, penerima tidak hanya mencakup warga Taiwan. Penduduk asing dengan status permanent resident serta pasangan warga Taiwan berkewarganegaraan asing juga termasuk dalam kelompok penerima.
Namun, belum diketahui apakah cakupan penerima pada program 2027 akan menggunakan ketentuan yang sama.
Kantor Kepresidenan Taiwan juga belum mengungkap mekanisme penyaluran maupun jadwal pembayaran. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
