Ilustrasi gambar AI yang diunggah Donald Trump dan menuai kecaman publik.
JAKARTA (marwahkepri.com) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai kecaman setelah mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) di platform Truth Social yang menampilkan dirinya menyerupai sosok Yesus.
Dalam unggahan tersebut, Trump digambarkan memancarkan cahaya dari tangannya saat “menyembuhkan” seorang pria yang terbaring sakit, dengan latar belakang sosok menyerupai iblis. Unggahan itu kemudian dihapus setelah menuai reaksi negatif.
Konten tersebut muncul setelah Trump sebelumnya melontarkan kritik terhadap Paus Leo XIV, yang disebutnya lemah terhadap kejahatan dan dipengaruhi oleh David Axelrod, yang juga dikenal sebagai ahli strategi Barack Obama.
Sejumlah tokoh konservatif turut mengkritik unggahan tersebut. Riley Gaines mempertanyakan motif Trump melalui media sosial.
“Apakah dia mencari reaksi? Apakah dia benar-benar berpikir seperti ini? Apa pun itu, ada dua hal yang benar: 1) sedikit kerendahan hati akan sangat baik baginya 2) Tuhan tidak bisa dipermainkan,” tulisnya.
Penulis media konservatif Megan Basham menyebut unggahan itu sebagai bentuk penistaan yang keterlaluan dan meminta Trump meminta maaf.
“Saya tak tahu apakah Presiden menganggap ini lucu atau berada di bawah pengaruh sesuatu, atau apa penjelasan yang mungkin untuk ini,” tulisnya.
Sementara itu, Isabel Brown menilai gambar tersebut tidak dapat diterima dan menunjukkan kesalahpahaman terhadap nilai keagamaan masyarakat.
Gambar AI tersebut diketahui pertama kali diunggah oleh Nick Adams di platform X pada Februari lalu. Dalam versi awal, terdapat siluet tentara Amerika Serikat, namun pada versi yang diunggah Trump, latar tersebut diubah menjadi sosok iblis.
Kritik juga datang dari pengguna Truth Social yang umumnya jarang menentang Trump.
Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyebut unggahan tersebut sebagai lelucon.
“Tentu saja dia menghapusnya karena menyadari banyak orang tidak memahami humornya,” kata Vance. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
