google-gemini-

Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna, Pertumbuhan AI Google Melesat Foto: Google Gemini

JAKARTA (marwahkepri.com) – Google mencatat pencapaian besar dalam bisnis kecerdasan buatan (AI). Aplikasi Gemini kini telah digunakan oleh lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.

CEO Google Sundar Pichai mengumumkan pencapaian tersebut melalui akun X miliknya. Menurut Pichai, Gemini menjadi produk Google ke-14 yang berhasil menembus angka 1 miliar pengguna.

“Lebih dari 1 miliar orang kini menggunakan Gemini setiap bulan untuk memunculkan ide baru dan menyelesaikan berbagai pekerjaan,” ujar Pichai.

Google bahkan menyebut Gemini sebagai produk dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan.

Pencapaian tersebut terbilang sangat cepat jika melihat perkembangan jumlah penggunanya dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Februari 2026, Gemini tercatat memiliki sekitar 750 juta pengguna aktif bulanan. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi lebih dari 950 juta pengguna pada akhir Juli 2026 sebelum akhirnya melewati angka 1 miliar.

Gemini Makin Sering Diajak Bicara

Pertumbuhan Gemini ternyata tidak hanya terlihat dari jumlah penggunanya.

Google juga mengungkapkan bagaimana masyarakat berinteraksi dengan chatbot AI tersebut.

Sekitar 63 persen pengguna Gemini kini berbicara langsung dengan AI menggunakan fitur suara.

Sementara itu, sekitar satu dari lima interaksi melalui Gemini Live sudah melibatkan lebih dari sekadar percakapan suara. Pengguna mulai memanfaatkan kamera secara langsung dan fitur screen sharing untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan secara real-time.

Baca Juga:  Apple Rilis iOS 27 Public Beta, Ini Fitur Baru dan Daftar iPhone yang Kebagian Update

Google juga mencatat tingginya penggunaan fitur pembuatan gambar.

Dalam sehari, Gemini disebut mampu menghasilkan lebih dari 150 juta gambar.

Pelajar hingga Reservasi Kendaraan

Gemini juga mulai banyak digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Di kalangan pelajar, sekitar 38 persen permintaan terkait sekolah yang dikirimkan ke Gemini menyertakan lampiran atau attachment.

Google juga menyebut Gemini telah terhubung dengan lebih dari 40 aplikasi populer di Android sehingga AI dapat membantu pengguna melakukan berbagai tindakan, termasuk memesan kendaraan hingga membuat reservasi.

Menariknya, pertumbuhan Gemini tidak hanya berasal dari perangkat Android.

Google mengklaim aplikasi Gemini kini memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif di iOS.

Angka tersebut menunjukkan bahwa layanan AI Google mulai memiliki basis pengguna yang luas meskipun berada di ekosistem perangkat milik Apple.

Gemini vs ChatGPT Semakin Panas

Pencapaian Gemini menembus 1 miliar pengguna juga membuat persaingan dengan ChatGPT semakin menarik.

ChatGPT lebih dahulu mencapai angka tersebut. OpenAI sebelumnya mengonfirmasi ChatGPT telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan dan bahkan melewati angka 1 miliar pengguna mingguan pada Juli 2026.

Baca Juga:  Android Kuasai Pasar Smartphone Global, iOS dan HarmonyOS Bersaing Ketat

Namun, angka Gemini dan ChatGPT tersebut tidak sepenuhnya dapat dibandingkan secara langsung.

Google secara spesifik menyebut angka 1 miliar sebagai monthly active users (MAU) untuk aplikasi Gemini. Sementara OpenAI menggunakan sejumlah metrik berbeda dalam pengumumannya, termasuk pengguna mingguan.

Google juga menegaskan angka 1 miliar tersebut hanya merujuk pada aplikasi Gemini, bukan seluruh layanan AI yang dimiliki perusahaan.

Sebagai contoh, AI Mode di Google Search juga telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan. Namun angka tersebut dihitung secara terpisah dari pengguna aplikasi Gemini.

Google Semakin Agresif Sebarkan Gemini

Kesuksesan Gemini tidak terlepas dari strategi Google yang semakin agresif menanamkan AI ke dalam ekosistem produknya.

Gemini kini semakin terintegrasi dengan berbagai layanan Google, mulai dari Android, Google Workspace hingga perangkat Pixel.

Dengan jumlah pengguna yang telah menembus 1 miliar, persaingan antara Google dan OpenAI kini memasuki tahap baru.

Bukan lagi sekadar siapa yang memiliki teknologi AI paling canggih, tetapi siapa yang mampu menjadikan AI sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari miliaran manusia. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani