Dudung Abdurachman berdialog dengan Forum Anak Nasional.

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (22/7/2026)(Kantor KSP)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar dialog interaktif bersama perwakilan Forum Anak Nasional (FAN) dan Forum Anak Daerah (FAD) wilayah Jabodetabek di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “KSP Mendengar, Anak Bersuara” itu menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai isu yang mereka hadapi, mulai dari pendidikan, kesehatan mental, perlindungan dari kekerasan, keamanan di ruang digital, hingga kesempatan mengembangkan potensi diri.

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa suara anak bukan sekadar pelengkap acara, melainkan menjadi masukan strategis dalam penyusunan kebijakan pemerintah.

“Bagi kami di Kantor Staf Presiden, suara kalian bukan pelengkap acara, tetapi masukan strategis yang akan menjadi bagian dari dasar perumusan kebijakan pemerintah yang berpihak pada anak,” tegas Dudung.

Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan akan dikawal agar ditindaklanjuti secara lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai mitra pembangunan.

Baca Juga:  Presdir Summarecon Terjaring OTT KPK, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Diamankan

Dudung menilai langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden melalui program Asta Cita, yang menempatkan perlindungan anak dan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Negara tidak boleh membuat kebijakan tentang anak tanpa mendengarkan anak. Kualitas Indonesia tahun 2045 sangat ditentukan oleh bagaimana kita melindungi, mendidik, dan memberdayakan anak-anak hari ini,” ujarnya.

Beri Motivasi kepada Anak-anak

Dalam kesempatan tersebut, Dudung juga berbagi pengalaman hidup dan memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ia mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh sikap menghargai orang lain dan keikhlasan dalam berbuat baik.

“Sepintar apa pun, sehebat apa pun, kalau kita tidak memperlakukan orang lain dengan baik, kita tidak akan sukses. Hidup ini pasti ada masalah, dari sekian penderitaan pasti ada celah kebahagiaan. Ambil celah kebahagiaan itu dan teruslah berbuat baik kepada siapa pun,” pesannya.

Dudung juga menekankan pentingnya menghormati orang tua, terutama ibu, serta memohon doa sebagai salah satu kunci keberhasilan di masa depan.

Baca Juga:  Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Media Portugal: Sudah Saatnya Berakhir

Menteri PPPA: Anak Adalah Pemimpin Masa Depan

Dalam dialog tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.

Menurutnya, tema Hari Anak Nasional tahun ini, “Sayangi Anak, Lindungi, Bangun Masa Depan”, menjadi pengingat bahwa anak-anak bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga calon pemimpin Indonesia di masa mendatang.

“Dengan tema Sayangi Anak, Lindungi, Bangun Masa Depan, kita menegaskan bahwa anak-anak bukan hanya penerus bangsa, tetapi calon pemimpin dan pengelola negara di masa depan,” ujar Arifatul.

Pemerintah berharap dialog tersebut dapat memperkuat partisipasi anak dalam proses pembangunan sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak Indonesia. MK-komp

Redaktur : Munawir Sani