Anggota DPRD Natuna Iwan Hariyadi, meninjau debit air di Embung Sebayar. (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Ancaman krisis air bersih kembali menghantui wilayah Ranai dan sekitarnya seiring memasuki musim kemarau.
Kondisi ini mendorong anggota DPRD Natuna, Iwan Hariyadi, mendesak percepatan pengoperasian Embung Sebayar sebagai solusi jangka panjang penyediaan air baku.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil peninjauan langsung yang dilakukan pada Jumat sore (27/3/2026), debit air di Embung Sebayar terlihat mulai menyusut dan diperkirakan akan terus berkurang dalam waktu dekat.
“Kalau saya lihat, debit air sudah mulai berkurang dibanding biasanya. Ini harus diantisipasi sejak dini,” ujar Iwan disela peninjauan.
Selama ini, krisis air bersih menjadi persoalan berulang setiap kali musim kemarau melanda Natuna. Tahun ini, kondisi kering bahkan diprediksi berlangsung hingga September, sehingga potensi krisis air bagi masyarakat semakin besar.
Embung Sebayar sendiri memiliki peran vital sebagai sumber air baku untuk memperkuat ketahanan air. Keberadaannya diharapkan mampu menjadi solusi permanen atas keterbatasan pasokan air bersih yang kerap terjadi.
“Makanya, kami mendorong pemerintah agar embung ini segera dioperasikan. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Selain memantau kondisi embung, Iwan juga meninjau perkembangan infrastruktur pendukung. Ia melihat proses pemasangan tiang listrik oleh PLN yang menjadi salah satu syarat utama operasional sistem distribusi air.
“Tiang listrik sudah dipasang bertahap. Setelah ini tinggal pemasangan jaringan,” katanya.
Dari sisi infrastruktur, kesiapan sebenarnya sudah mulai terlihat. Pipa transmisi air baku telah rampung dibangun, yang akan mengalirkan air dari Embung Sebayar menuju Bukit Berangin dengan ketinggian sekitar 160 meter di atas permukaan laut.
Dengan kapasitas aliran mencapai 50 liter per detik, sistem tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan suplai air bersih bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau.
Sebagai mitra kerja Komisi III DPRD Natuna, Perumda Air Minum Tirtanusa nantinya akan mengelola distribusi air dari embung tersebut.
“Kalau ini sudah dioperasikan, tentu sangat membantu masyarakat. Apalagi kita sudah mulai masuk musim kering,” tambahnya.
Embung Sebayar kini menjadi harapan bagi masyarakat Ranai dan sekitarnya—sebuah infrastruktur yang ditunggu bukan sekadar untuk diresmikan, tetapi benar-benar difungsikan demi menjawab persoalan klasik tersebut. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
