Ilhan Omar, Politisi AS beragama muslim. (f: getty)
WASHINGTON (marwahkepri.com)– Anggota Kongres Amerika Serikat (AS), Ilhan Omar, kembali menjadi sorotan setelah tuduhan lama mengenai pernikahannya dengan mantan suami yang disebut-sebut sebagai saudara kandungnya kembali mencuat. Politisi Partai Demokrat dari Minnesota itu membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai klaim yang tidak masuk akal.
Isu tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah rumah Omar di Washington DC dilaporkan digeledah. Dalam wawancara dengan Chris Hayes dari MS NOW, Omar ditanya mengenai rumor bahwa dirinya pernah menikahi saudara kandungnya sendiri.
“Sepengetahuanku, tidak,” jawab Omar.
Tuduhan itu telah beredar selama sekitar satu dekade. Omar pernah dikaitkan dengan dugaan pernikahan rekayasa bersama mantan suaminya, Ahmed Nur Said Elmi. Pernikahan tersebut dituding bertujuan membantu Elmi memperoleh kartu hijau atau izin tinggal permanen di AS. Namun, tuduhan itu tidak boleh dianggap sebagai fakta yang telah terbukti.
Omar mengatakan isu tersebut awalnya muncul dari sebuah blog asal Somalia, kemudian menyebar melalui kalangan blogger dan kelompok yang menyebarkan teori konspirasi politik.
Ia juga membantah cerita yang menyebut dirinya pernah memperkenalkan Elmi sebagai saudara laki-lakinya. Menurut Omar, klaim tersebut tidak masuk akal.
Di tengah kembali mencuatnya kontroversi itu, muncul pula laporan mengenai kemungkinan penggunaan tes DNA oleh aparat federal untuk menyelidiki dugaan penipuan imigrasi. Namun, tuduhan dan rencana penyelidikan tersebut perlu dibedakan dari hasil pembuktian hukum. Belum ada kesimpulan yang dapat menyatakan Omar terbukti melakukan pelanggaran.
Omar Bantah Punya Kekayaan Puluhan Juta Dolar
Selain isu pernikahan, Omar juga menanggapi sorotan terhadap kondisi keuangannya. Dokumen yang beredar disebut menunjukkan bahwa kekayaan bersih gabungan dirinya dan suaminya mencapai sekitar US$30 juta atau setara Rp540 miliar.
Omar membantah angka tersebut dan menyebutnya sebagai kekeliruan. Ia menggambarkan kehidupannya sebagai bagian dari kelas pekerja yang mengandalkan penghasilan rutin.
Dalam wawancara tersebut, Omar mengatakan dirinya hanya memiliki satu mobil, yakni Toyota Camry keluaran 2016. Ia juga menyebut menyewa tempat tinggal di Washington DC dan Minneapolis.
Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi pertanyaan mengenai laporan kekayaan yang dinilainya tidak mencerminkan kondisi keuangan sebenarnya.
Minta Dukungan Kampanye di Tengah Ketegangan Politik
Omar merupakan salah satu anggota kelompok progresif di Kongres AS yang dikenal sebagai The Squad. Kelompok tersebut juga mencakup sejumlah politisi Demokrat yang kerap berseberangan dengan kebijakan Presiden Donald Trump.
Setelah rumahnya dilaporkan digeledah, Omar disebut memilih mengurangi kemunculan di hadapan publik. Dalam pernyataan pertamanya di depan kamera setelah kejadian itu, ia justru mengajak para pendukung memberikan donasi untuk kampanye pemilihannya kembali.
Omar mengatakan dana kampanye tersebut akan digunakan untuk menghadapi Trump dan pemerintahannya. Ia menilai tekanan politik yang dialaminya merupakan bentuk intimidasi menjelang pemilihan.
Perjalanan Ilhan Omar dari Pengungsi hingga Anggota Kongres
Ilhan Omar lahir di Somalia dan datang ke Amerika Serikat sebagai pengungsi ketika berusia sekitar 12 tahun. Ia kemudian tumbuh dan membangun karier politik di Minnesota.
Omar mencatat sejarah sebagai salah satu perempuan Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS. Ia mewakili Distrik Kongres ke-5 Minnesota dan dikenal aktif menyuarakan isu hak asasi manusia, keadilan sosial, serta kebijakan luar negeri.
Di Kongres, Omar juga pernah terlibat dalam Komite Urusan Luar Negeri. Ia mendorong peran lembaga hukum internasional, termasuk Mahkamah Pidana Internasional (ICC), dalam penegakan hukum global.
Meski memiliki basis dukungan politik yang kuat di Minnesota, perjalanan Omar di panggung politik nasional tidak lepas dari kontroversi dan kritik. Tuduhan mengenai kehidupan pribadinya kini kembali menjadi bahan perdebatan, sementara kebenaran klaim-klaim tersebut tetap harus ditentukan berdasarkan bukti dan proses hukum. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
