presiden-brasil-luiz-inacio-lula-da-silva-tengah-usai-memenangkan-pemilu

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (tengah) usai memenangkan pemilu (Foto: AFP/MIGUEL SCHINCARIOL)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Luiz Inácio Lula da Silva kembali memenangkan pemilihan presiden Brasil setelah mengalahkan rivalnya dari kubu kanan, Flávio Bolsonaro, dalam pemungutan suara putaran kedua. Hasil ini memastikan Lula memperoleh masa jabatan keempat sebagai presiden, meski tidak secara berturut-turut.

Dilansir AFP dan Reuters, Senin (26/10/2026), kemenangan Lula terbilang dramatis. Pada putaran pertama, ia sempat tertinggal dari Flávio Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Namun, hasil akhir pemungutan suara justru berbalik mengunggulkan petahana.

Berdasarkan hasil resmi yang dikutip dalam laporan tersebut, Lula memperoleh 51,75 persen suara. Sementara Flávio Bolsonaro meraih 48,25 persen.

Kemenangan ini sekaligus menggagalkan upaya kubu kanan untuk kembali merebut kepemimpinan Brasil. Hasil tersebut juga menjadi perhatian di tengah menguatnya kekuatan politik konservatif di sejumlah negara Amerika Latin.

Pemungutan Suara Sempat Diwarnai Polemik

Pemilu Brasil kali ini berlangsung di tengah kampanye yang panas, diwarnai skandal, saling tuding, serta perdebatan mengenai penyelenggaraan pemungutan suara.

Kontroversi muncul setelah Mahkamah Agung Brasil memutuskan memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam. Keputusan itu diambil setelah Lula melaporkan adanya penghentian layanan bus di sejumlah kota yang dinilai menghambat warga untuk mendatangi tempat pemungutan suara.

Baca Juga:  Kontroversi! Politisi Wanita Muslim AS Ini Dituduh Menikahi Saudara Kandung Sendiri

Di sisi lain, Flávio Bolsonaro juga sempat meminta perpanjangan waktu di beberapa wilayah karena hujan deras. Namun, kubunya justru mengecam keputusan yang akhirnya diberlakukan secara nasional.

Ketegangan politik terlihat dari pernyataan sejumlah pendukung Bolsonaro saat proses penghitungan suara berlangsung. Legislator pendukung kubu kanan, Nikolas Ferreira, menulis di platform X, “Entah kita menang, atau kita menang. Anggap saja ini peringatan.”

Brasil Terbelah di Tengah Pertarungan Lula dan Bolsonaro

Persaingan ketat dalam pemilu tersebut mencerminkan perpecahan politik di Brasil, negara dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa.

Sejumlah warga bahkan mempertanyakan keputusan memperpanjang waktu pemungutan suara. Aurelio Junior (45), seorang dokter gigi, menilai kebijakan tersebut sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak biasa terjadi dalam sejarah pemilu Brasil.

Namun, pendukung Lula memiliki pandangan berbeda. Jacqueline Maria Lima de Franca (34), seorang pengusaha di Rio de Janeiro, menilai perpanjangan waktu itu wajar karena setiap warga seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga:  Utusan Trump Puji Putin sebagai Tokoh Kemanusiaan, Senator AS Murka: Dia Pembunuh Berdarah Dingin!

Kemenangan Lula kini menjadi babak baru dalam politik Brasil. Hasil pemilu tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persaingan antara kelompok kiri dan kanan masih menjadi kekuatan utama yang membentuk arah politik negara terbesar di Amerika Selatan itu. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani