Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam forum tingkat menteri untuk dukungan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026).(Dok. PBB)
New York (marwahkepri.com) — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Dalam forum tingkat menteri untuk mendukung UNRWA di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026), Sugiono menyampaikan Indonesia akan melanjutkan kontribusi tahunan sebesar US$1,2 juta kepada badan PBB tersebut.
“Komitmen Indonesia tetap teguh dan konsisten, tahun ini kami akan melanjutkan kontribusi tahunan sebesar 1,2 juta dollar AS kepada UNRWA,” kata Sugiono.
Sugiono juga mendorong negara-negara lain untuk tidak hanya mempertahankan dukungan terhadap UNRWA, tetapi juga meningkatkan kontribusinya.
Menurut dia, dukungan tersebut diperlukan untuk memastikan UNRWA dapat menjalankan mandat yang diberikan oleh Majelis Umum PBB dalam membantu pengungsi Palestina.
“Hal ini juga berarti menjaga kredibilitas dan integritas badan tersebut dari disinformasi serta upaya-upaya untuk melemahkan kinerjanya. Indonesia akan terus mendukung UNRWA dan mandat yang dipercayakan kepadanya,” ujar Sugiono.
Soroti Fasilitas UNRWA di Yerusalem Timur
Dalam forum tersebut, Sugiono juga menyoroti penyitaan Qalandiya Training Center milik UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki.
Menurut Sugiono, tindakan tersebut menghambat operasional UNRWA dan bertentangan dengan prinsip perlindungan terhadap fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Hal ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. UNRWA harus dapat menjalankan mandatnya secara penuh dan efektif, karena jutaan pengungsi Palestina bergantung pada bantuannya,” kata Sugiono.
Ia menegaskan personel dan fasilitas UNRWA perlu mendapatkan perlindungan. Selain itu, pendanaan yang berkelanjutan dan dapat diprediksi juga dinilai penting agar badan tersebut dapat menjalankan tugasnya.
“Personel dan fasilitasnya harus dilindungi, sementara pendanaan yang berkelanjutan dan dapat diprediksi harus dipastikan bagi badan tersebut,” tandasnya.
Pernyataan Sugiono disampaikan dalam pertemuan yang memang secara khusus digelar untuk memperkuat dukungan politik dan finansial negara-negara anggota PBB terhadap UNRWA.
Sekretaris Jenderal PBB juga dalam forum tersebut menyerukan dukungan politik dan finansial yang berkelanjutan bagi UNRWA. PBB menyebut badan tersebut menghadapi tekanan politik dan krisis pendanaan yang serius.
Komitmen kontribusi US$1,2 juta dari Indonesia merupakan kelanjutan dari peningkatan kontribusi tahunan Indonesia kepada UNRWA. Dokumen PBB mencatat kontribusi Indonesia meningkat menjadi US$1,2 juta mulai 2024. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
