WhatsApp Image 2026-10-02 at 09.51.25

Rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau, Kamis, 1 Oktober 2026, di Kantor Bupati Natuna. (Foto: nang)‎

‎NATUNA (marwahkepri.com) – Perputaran ekonomi di Kabupaten Natuna masih dipengaruhi oleh belanja dan pendapatan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
‎
‎Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna, Boy Wijanarko Varianto, menyampaikan hal itu saat rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau, Kamis, 1 Oktober 2026, di Kantor Bupati Natuna.
‎
‎Menurut Boy, peran ASN dalam menggerakkan ekonomi daerah selama ini cukup terasa. Salah satunya melalui pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang turut memengaruhi perputaran uang di tengah masyarakat.
‎
‎”kalau TPP tidak keluar, apalagi sampai tiga bulan maka perputaran ekonomi di masyarkat sangat berdampak,”ujarnya.
‎
‎Ia mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya akselerasi sektor keuangan agar dapat berjalan searah dengan kebutuhan perekonomian daerah. Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan tetap bergerak.
‎
‎”Disinilah pentingnya bagaimana mengakselerasikan keuangan agar sejalan dan searah. Sehingga perputaran ekonomi di daerah tidak mandek.”
‎
‎Di sisi lain, Boy menyebut kondisi fiskal daerah turut menjadi tantangan. Ia mengatakan, Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima Natuna mengalami pemangkasan dari pemerintah pusat.
‎
‎”Yang biasanya DBH kita lebih kurang 150 miliyar dipangkas 50 persen, belum lagi kurang bayar kita 2023-2024 lebih kurang 89 belum disalurkan,”ungkapnya.
‎
‎Menurut Boy, kondisi tersebut turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kemampuan daerah menggerakkan perekonomian dan membiayai berbagai kebutuhan pembangunan.
‎
‎Sementara itu, Ketua OJK Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Natuna.
‎
‎Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas akses keuangan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi yang lebih produktif di daerah. (nang)

Redaktur: Munawir Sani