Dinas Pariwisata Kepulauan Riau memastikan pelayaran ferry internasional rute Malaysia menuju Tanjungpinang tetap berjalan normal (Foto: dok mun)
TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Dinas Pariwisata Kepulauan Riau memastikan pelayaran ferry internasional rute Malaysia menuju Tanjungpinang tetap berjalan normal, meski terdapat penyesuaian jadwal dan tarif.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan pada Senin (6/4/2026) sempat terjadi pembatalan salah satu jadwal pelayaran. Namun, ia menegaskan pembatalan tersebut bukan penghentian total operasional ferry Malaysia tujuan Tanjungpinang.
“Sudah kami konfirmasi ke Pelindo, Memang ada cancel terkait operasional, tapi untuk rute Malaysia-Tanjungpinang tetap berjalan. Hanya satu jadwal saja yang dibatalkan,” kata Hasan, Kamis (7/4/2026).
Hasan menjelaskan pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi dari operator ferry terkait penyesuaian tarif yang mulai berlaku sejak 1 April 2026. Kenaikan tarif disebut dipengaruhi faktor eksternal, termasuk kebijakan pajak dan kondisi global.
“Mulai awal bulan ini, ada kenaikan tarif sekitar 17 ringgit. Notisnya juga sudah disampaikan ke kami. Kalau dikonversi, penambahan ini sekitar Rp 59 ribuan, sehingga dari harga dasar sekitar Rp 573 ribu, kini menjadi kurang lebih Rp 632 ribu,” ujarnya.
Menurut Hasan, kenaikan tarif tidak terlepas dari dampak geopolitik global yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Kondisi tersebut turut memengaruhi biaya operasional transportasi, termasuk angkutan laut.
Meski demikian, Hasan menyebut pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam penetapan tarif. Namun, pemerintah daerah tetap berperan dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan bagi wisatawan.
“Yang bisa kita dorong adalah pelayanan. Walaupun tarif naik, wisatawan harus tetap mendapatkan pelayanan yang baik, mulai dari pelabuhan hingga keimigrasian,” ujarnya.
Hasan menilai peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik Kepulauan Riau sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia.
“Sekarang yang bisa kita jual adalah pelayanan. Kesan wisatawan saat datang itu penting, bagaimana mereka dilayani dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pengelola pelabuhan di wilayah Kepri untuk terus meningkatkan standar layanan tanpa mengabaikan regulasi yang berlaku, termasuk terkait pengawasan barang bawaan penumpang.
“Pelayanan harus maksimal, tapi tetap sesuai regulasi yang ada,” katanya. MK-YR
Redaktur: Munawir Sani
