wisma-danantara-indonesia

Foto: Andhika Prasetia/detikcom

JAKARTA(marwahkepri.com) – PT Danantara Investment Management (DIM) mengumumkan investasi strategis senilai US$250 juta atau sekitar Rp4,47 triliun dengan asumsi kurs Rp17.891 per dolar AS di perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat, HighPeak Energy, Inc. (NASDAQ: HPK).

HighPeak Energy merupakan perusahaan berbasis di Texas yang bergerak dalam kegiatan akuisisi, pengembangan, eksplorasi, hingga eksploitasi minyak dan gas bumi di kawasan Permian Basin.

Investasi Danantara dilakukan secara bertahap melalui penerbitan saham preferen konvertibel (convertible preferred stocks). Melalui skema tersebut, DIM memperoleh akses strategis terhadap portofolio aset minyak HighPeak di Permian Basin.

Perluas Portofolio Energi Indonesia

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, mengatakan investasi tersebut merupakan bagian dari mandat DIM untuk masuk ke sektor-sektor strategis dengan prospek imbal hasil jangka panjang.

“Investasi ini sejalan dengan mandat kami untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia,” ujar Pandu dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Melalui transaksi tersebut, Danantara juga memperluas eksposur investasi sektor energi Indonesia ke pasar global. Sementara bagi HighPeak, dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan perusahaan.

Baca Juga:  Adik Kim Jong Un Murka ke ASEAN, Sebut Seruan Denuklirisasi Korea Utara Mimpi Bodoh

Tambahan modal tersebut akan mendukung pengembangan aset minyak sekaligus ekspansi bisnis HighPeak di Permian Basin.

Permian Basin Jadi Aset Strategis

Permian Basin merupakan salah satu kawasan utama produksi minyak mentah di Amerika Serikat. Sepanjang 2025, wilayah tersebut disebut menyumbang sekitar 48 persen dari total produksi minyak AS.

Pertumbuhan produksi Permian Basin sejak 2007 turut didorong penggunaan teknologi pengeboran horizontal serta rekahan hidrolik atau hydraulic fracturing (fracking).

Menurut Danantara, pengalaman pengembangan lapangan migas di Permian Basin dapat menjadi sumber pengetahuan yang relevan bagi Indonesia. Apabila kondisi reservoir memungkinkan, teknologi serupa dapat diterapkan pada lapangan migas darat yang telah memasuki fase matang untuk meningkatkan produktivitas sumur dan perolehan minyak serta gas.

Ada Program Transfer Keahlian

Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup investasi finansial. Setelah transaksi selesai, HighPeak akan menyiapkan program pelatihan dan penugasan bagi tenaga kerja Indonesia.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang pertukaran keahlian teknis di sektor minyak dan gas.

Dalam kesepakatan investasi, DIM juga mendapatkan sejumlah perlindungan terhadap risiko penurunan nilai investasi. Di sisi lain, Danantara memiliki peluang memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai ekuitas melalui opsi konversi menjadi saham biasa.

Baca Juga:  PLN Batam Kantongi Persetujuan DPR soal Tarif Listrik

DIM juga memperoleh hak untuk berpartisipasi dalam penawaran saham HighPeak berikutnya melalui mekanisme private placement.

Selain itu, Danantara akan menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi HighPeak.

Danantara Bidik Investasi Global

Pandu mengatakan investasi di HighPeak menjadi bagian dari strategi Danantara untuk membangun portofolio investasi yang terdiversifikasi secara global.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat,” ujarnya.

Dari sisi HighPeak, kerja sama dengan DIM diharapkan dapat mempercepat pengembangan aset perusahaan di Permian Basin, termasuk melalui perluasan kegiatan pengeboran.

Presiden dan CEO HighPeak Energy Michael Hollis mengatakan kemitraan tersebut mempertemukan dua pihak yang memiliki orientasi investasi jangka panjang.

“Kami percaya kerja sama dengan DIM akan mengakselerasi pengembangan aset tersebut melalui investasi berkelanjutan, termasuk perluasan program pengeboran. Kemitraan ini mempertemukan para investor jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama terhadap pertumbuhan dan penciptaan nilai yang berkelanjutan,” kata Hollis. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani