IMG-20260812-WA0054

Bupati Natuna Cen Sui Lan (tengah) foto bersama dengan kepala Bappenas, usai mengadakan pertemuan. (f: Nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Ada cara berbeda seorang kepala daerah memperjuangkan masa depan daerahnya. Bukan sekadar duduk di balik meja menunggu program datang, tetapi turun langsung mengetuk pintu pemerintah pusat, menyampaikan kebutuhan daerah, dan memastikan Natuna tidak luput dari perhatian dalam peta pembangunan nasional.

Hal itu terlihat dari langkah Bupati Natuna, Cen Sui Lan, pada Rabu (12/8/2026). Dalam satu hari, orang nomor satu di Kabupaten Natuna tersebut secara estafet melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kementerian di Jakarta.

Dari satu agenda ke agenda lainnya, Cen Sui Lan membawa pesan yang sama, yakni memastikan berbagai kebutuhan strategis Natuna mendapat perhatian dan dukungan pemerintah pusat.

Usai melakukan pertemuan dengan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Cen Sui Lan melanjutkan pertemuan dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Republik Indonesia, Rachmat Pambudy.

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Pemerintah Kabupaten Natuna memanfaatkannya untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis daerah, mulai dari pengembangan Geopark Natuna, pembangunan sarana dan prasarana olahraga, hingga pembangunan jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.

Bagi Natuna, agenda tersebut bukan perkara kecil.

Sebagai daerah kepulauan yang berada jauh dari pusat pemerintahan nasional, pembangunan membutuhkan perjuangan lebih. Infrastruktur, konektivitas, fasilitas olahraga hingga pengembangan potensi pariwisata harus terus diperjuangkan agar Natuna mendapatkan perhatian yang seimbang dalam pembangunan nasional.

Baca Juga:  Imigrasi Ranai Resmi Berganti Nama Jadi Imigrasi Natuna

Cen Sui Lan memahami persoalan tersebut. Karena itu, ketika kesempatan bertemu langsung dengan pemerintah pusat terbuka, ia memilih datang membawa sejumlah agenda pembangunan Natuna.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya direncanakan dari kantor pemerintahan di Ranai. Ada proses panjang untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa setiap kebutuhan Natuna memiliki alasan kuat untuk diperjuangkan.

Geopark Natuna Jadi Potensi Ekonomi

Geopark Natuna, misalnya, bukan hanya berbicara tentang pariwisata. Di balik potensi geologi dan bentang alamnya, terdapat peluang ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan identitas Natuna sebagai daerah dengan kekayaan alam yang luar biasa.

Pengembangan Geopark Natuna diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas apabila didukung dengan infrastruktur dan konektivitas yang memadai.

Sementara itu, rencana Natuna menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2028 turut mendorong kebutuhan terhadap fasilitas olahraga yang representatif.

Infrastruktur olahraga bukan hanya dipersiapkan untuk menyukseskan sebuah event. Lebih dari itu, fasilitas tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang bagi generasi muda Natuna.

Baca Juga:  Dapur Baru SPPG Sedanau Rampung, MBG Siap Kembali Disalurkan

Begitu pula dengan pembangunan jalan melalui program Inpres Jalan Daerah yang menyentuh persoalan lebih mendasar, yakni konektivitas.

Jalan yang baik akan membuka akses masyarakat, memperlancar distribusi barang, meningkatkan mobilitas warga, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Tiga agenda tersebut menunjukkan satu benang merah dari perjalanan Cen Sui Lan ke Jakarta: membangun Natuna tidak bisa dilakukan setengah hati.

Seorang kepala daerah harus berani memperjuangkan kepentingan daerahnya, termasuk dengan datang berkali-kali ke pusat pemerintahan untuk memastikan usulan daerah didengar dan mendapatkan dukungan.

Hari itu, Cen Sui Lan kembali memperlihatkan gaya kepemimpinan yang menempatkan kerja dan lobi pembangunan sebagai bagian dari perjuangan sehari-hari.

Bukan hanya berbicara tentang apa yang ingin dicapai Natuna, tetapi juga berusaha membuka jalan agar berbagai rencana pembangunan mendapatkan dukungan pemerintah pusat.

Satu kementerian didatangi, satu agenda disampaikan, satu peluang pembangunan diperjuangkan.

Sebab bagi Natuna, pembangunan tidak boleh berhenti pada wacana.

Dan bagi Cen Sui Lan, setiap pintu pemerintah pusat adalah peluang untuk mengetuk dan membawa pulang harapan baru bagi daerah yang dipimpinnya. MK-nang

Redaktur: Munawir Sani