bsi-natuna-investasi-emas-digital-byond-by-bsi.jpg

Branch Manager BSI KCP Natuna, Ari Kurniawan, memperkenalkan layanan investasi emas digital BYOND by BSI dalam kegiatan coffee morning bersama pimpinan perbankan dan lembaga keuangan di Natuna, Selasa (3/11/2026). (Foto: nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Natuna memperkenalkan layanan investasi emas digital melalui aplikasi BYOND by BSI sebagai alternatif bagi masyarakat dalam mengelola keuangan.

Melalui layanan tersebut, nasabah dapat membeli emas, menjual kembali (buyback), hingga mentransfer saldo emas secara digital tanpa harus datang langsung ke kantor bank. Transaksi dapat dilakukan selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.

Layanan tersebut diperkenalkan Branch Manager BSI KCP Natuna, Ari Kurniawan, dalam kegiatan coffee morning bersama pimpinan perbankan dan lembaga keuangan di Kedai Kopi Ranai Square, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Selasa (3/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, BSI juga memaparkan sejumlah produk tabungan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari tabungan reguler, tabungan bisnis, hingga tabungan haji.

Ari menjelaskan, tabungan reguler BSI menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menyimpan uang tanpa dikenakan biaya administrasi bulanan.

“Untuk masyarakat Natuna, salah satu produk yang bisa menjadi pilihan adalah tabungan reguler. Keunggulannya, tidak ada potongan bulanan sehingga saldo nasabah tetap terjaga,” ujar Ari.

Baca Juga:  Terima Audiensi PHR, Bupati Kasmarni Dorong Peningkatan Peran Tenaga Kerja Lokal dan Program Pemberdayaan Masyarakat

BSI juga menawarkan tabungan bisnis bagi pelaku usaha yang dilengkapi fasilitas transaksi digital. Produk tersebut menyediakan layanan transfer melalui BI-FAST dengan penawaran bebas biaya hingga 50 kali per bulan dan maksimal 100 kali sesuai ketentuan program yang berlaku melalui aplikasi BYOND by BSI.

Menurut Ari, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari, terutama untuk pembayaran dan pengiriman dana.

Selain itu, BSI menghadirkan tabungan haji yang dapat dibuka sejak nasabah berusia 12 tahun. Produk ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan kebutuhan biaya ibadah haji sejak dini.

“Tabungan haji sudah bisa dibuka mulai usia 12 tahun. Dengan persiapan lebih awal, masyarakat dapat mulai merencanakan kebutuhan biaya ibadah haji sejak dini,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Ari turut menjelaskan layanan BSI Tabungan Emas melalui aplikasi BYOND by BSI. Layanan tersebut memungkinkan nasabah melakukan transaksi emas secara digital dengan lebih fleksibel.

Nasabah dapat membeli emas, melakukan buyback, serta mentransfer saldo emas melalui aplikasi. Saldo emas digital juga dapat diajukan untuk dicetak menjadi emas batangan fisik bersertifikat, baik BSI Gold maupun Antam, sesuai ketentuan dan ketersediaan produk.

Baca Juga:  DPRD Bengkalis Setujui Kerjasama Pengelolaan E-Ticketing Ro-Ro Air Putih–Sungai Selari

Untuk pencetakan emas Antam, tersedia pilihan mulai ukuran 5 gram. Namun, pengambilan emas fisik dilakukan melalui layanan pencetakan di kantor BSI KCP Batam Center.

Pengajuan pencetakan dapat dilakukan melalui aplikasi BYOND by BSI. Nasabah perlu memastikan saldo emas dan saldo rupiah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gramasi serta biaya pencetakan.

Selain layanan tabungan emas digital, BSI juga menyediakan produk cicil emas bagi masyarakat yang ingin memiliki emas melalui mekanisme pembayaran secara bertahap.

Ari berharap pengenalan berbagai produk tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Natuna terhadap pilihan layanan keuangan dan perbankan syariah yang tersedia.

Kegiatan coffee morning tersebut turut dihadiri pimpinan lima perbankan, yakni BRK Syariah, BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BSI Natuna. Hadir pula pimpinan Pegadaian Cabang Natuna serta Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Ranai.

Pertemuan tersebut menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi antarpimpinan perbankan serta lembaga keuangan di Kabupaten Natuna, sekaligus diharapkan memperkuat hubungan kelembagaan dan sinergi sektor keuangan di daerah. (nang)

Baca Juga:  Empat Calon Kades Teluk Binjai Lolos Seleksi, DPS Tercatat 1.349 Pemilih

Redaktur: Munawir Sani