Bupati Natuna Cen Sui Lan meninjau normalisasi sungai di desa Sebadai Ulu, Rabu, 17 Juni 2026. (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah Ranai dan sekitarnya.
Salah satu langkah dilakukan adalah mengajukan perencanaan Detail Engineering Design (DED) penanganan banjir ke Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS).
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengatakan DED diajukan memiliki nilai sekitar Rp 4 miliar dan menjadi dasar perencanaan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir secara menyeluruh.
“Untuk penanganan banjir di seluruh wilayah Ranai, kita sudah mengirimkan DED ke BWS Sumatera dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar,” ujar Cen Sui Lan, saat meninjau normalisasi sungai di desa Sebadai Ulu, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurutnya, nilai DED tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan anggaran pembangunan fisik nantinya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
Saat ini, Pemkab Natuna masih menunggu hasil final perencanaan yang disusun melalui DED tersebut. Dari dokumen itu nantinya akan diketahui secara rinci bentuk pekerjaan yang diperlukan, termasuk kebutuhan pembiayaan dan sumber pendanaannya.
“Ini baru tahap perencanaan. Kita tunggu dulu hasil DED-nya keluar karena di dalamnya akan tercantum seluruh kebutuhan pekerjaan dan anggarannya,” jelasnya.
Cen Sui Lan menilai proyek pengendalian banjir ini kemungkinan tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran karena membutuhkan biaya yang sangat besar.
Oleh sebab itu, pelaksanaannya berpotensi dilakukan secara bertahap atau menggunakan skema tahun jamak (multi years).
“Kalau anggarannya besar tentu tidak mungkin selesai dalam satu tahun. Bisa saja nanti menggunakan skema multi years atau sumber pendanaan lainnya melalui pemerintah pusat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, usulan tersebut saat ini diproses melalui BWS dan nantinya akan menjadi kewenangan kementerian terkait untuk menentukan mekanisme pendanaannya.
Saat ditanya terkait kemungkinan pembangunan kolam retensi sebagai salah satu solusi pengendalian banjir, Cen Sui Lan mengatakan hal tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil kajian teknis dalam DED.
“Kalau kolam retensi saat ini belum bisa dipastikan. Nanti kita lihat hasil Detail Engineering Design. Kalau memang direkomendasikan dalam desain, tentu bisa menjadi bagian dari solusi yang akan kita kerjakan,” katanya.
Menurut Bupati, upaya penanganan banjir harus segera dilakukan karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. Secara bertahap, pemerintah akan
menyelesaikan berbagai faktor yang menjadi penyebab banjir di wilayah Ranai.
“Bagaimanapun kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas. Kalau ada hal-hal yang menyebabkan banjir, maka itu harus kita selesaikan,” tegasnya. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
