Menteri Perhubungan membuka rapat koordinasi Angkutan Laut Lebaran 2026 di Kantor Kemenhub Jakarta.(Foto/Kemhub)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Kementerian Perhubungan menyiapkan ratusan armada kapal untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Angkutan Laut Lebaran 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan pemerintah telah menyiapkan sebanyak 841 kapal dengan total kapasitas angkut sekitar 3,2 juta penumpang.
“Khusus untuk operasional angkutan laut Lebaran, pemerintah telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut mencapai sekitar 3,2 juta penumpang. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran,” ujar Menhub saat membuka rapat koordinasi Angkutan Laut Lebaran 2026 di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, transportasi laut memiliki peran penting dalam melayani mobilitas masyarakat, terutama bagi wilayah kepulauan, daerah terpencil, wilayah terluar, hingga kawasan perbatasan.
Untuk memastikan kelancaran operasional, Kemenhub telah melakukan berbagai langkah persiapan, termasuk pemeriksaan kelaiklautan kapal. Proses ini mencakup berbagai jenis armada, mulai dari kapal penumpang, kapal penyeberangan, kapal cepat, kapal tradisional hingga kapal wisata.
“Kita harus memastikan bahwa layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar,” kata Menhub.
Selain menyiapkan armada, pemerintah juga kembali menghadirkan program tiket gratis bagi masyarakat dengan kuota lebih dari 66 ribu penumpang. Pendaftaran program ini dibuka mulai 6 Maret 2026, dengan jadwal keberangkatan antara 11 Maret hingga 6 April 2026.
Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan potongan tarif sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal perintis dan kapal penumpang kelas ekonomi milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Diskon ini mencakup lebih dari 445 ribu tiket.
“Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata,” ujar Menhub.
Dudy juga kembali mengingatkan bahwa keselamatan pelayaran merupakan aspek yang tidak bisa ditawar dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran.
“Untuk kesekian kalinya saya menegaskan, tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama dan tidak dapat ditawar,” tegasnya.
Dengan potensi peningkatan jumlah penumpang pada musim mudik tahun ini, seluruh pihak diminta melakukan langkah antisipatif, mulai dari memastikan kesiapan armada, kelengkapan peralatan keselamatan, hingga kompetensi awak kapal.
Selain itu, kesiapan fasilitas pelabuhan juga menjadi perhatian, termasuk terminal penumpang, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, hingga sistem informasi bagi penumpang. Pengaturan jadwal kapal, penambahan kapasitas armada bila diperlukan, serta manajemen trafik pelayaran juga harus dioptimalkan.
Di sisi lain, Menhub juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, operator pelayaran, dan seluruh pemangku kepentingan agar penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan lancar.
Ia juga meminta agar pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara humanis dan inklusif, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.
“Kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh integritas seluruh jajaran Kementerian Perhubungan. Tanpa integritas, kerja-kerja teknis yang baik sekalipun dapat kehilangan maknanya,” ujar Menhub.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, serta sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan.(*)
KEMENHUB
