Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Natuna, Wan Syazali. (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Natuna. Seorang putri daerah bernama Vita, anak dari keluarga petani asal Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, berhasil lolos seleksi masuk Politeknik Engineering Pertanian Indonesia di Serpong.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi, bahkan di institusi bergengsi milik Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Natuna, Wan Syazali, mengungkapkan bahwa Vita merupakan anak petani yang secara khusus meminta rekomendasi dari pemerintah daerah untuk mengikuti jalur seleksi.
“Ini anak Natuna, anak seorang petani. Dia minta rekomendasi bahwa benar berasal dari keluarga petani. Kita dorong terus, termasuk bupati juga memberikan rekomendasi,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong generasi muda Natuna berperan dalam program ketahanan pangan nasional.
“Ini penting karena Natuna merupakan daerah terluar di ujung utara Indonesia, dan kita ingin ikut mendukung swasembada pangan,” tambahnya.
Dari hasil seleksi yang cukup ketat, Vita berhasil lolos dan resmi diterima tahun ini. Menariknya, seluruh biaya pendidikan di kampus tersebut ditanggung oleh negara.
“Semua pembiayaan selama kuliah ditanggung negara. Hanya kebutuhan awal seperti pakaian sekitar Rp6 juta, selebihnya gratis termasuk asrama,” jelas Wan Syazali.
Kendati buka sekolah kedinasan, ia menegaskan bahwa lulusan PEPI dipersiapkan menjadi tenaga siap pakai di bidang pertanian modern.
“Lulusannya bukan sekadar teori, tapi siap jadi petani milenial yang menggunakan teknologi canggih,” katanya.
Vita sendiri mengaku mengetahui informasi pendaftaran dari media sosial, lalu mencari lebih lanjut hingga akhirnya mendaftar melalui jalur khusus anak petani.
“Awalnya tahu dari sosmed, lalu saya cari di Google. Ternyata ada jalur undangan khusus untuk anak petani, jadi saya langsung daftar dan siapkan berkas,” ujarnya.
Setelah melalui tahapan administrasi, wawancara, tes fisik, dan kesehatan, ia dinyatakan lolos.
“Alhamdulillah senang sekali. Siapa sih yang tidak senang, usaha sendiri dan akhirnya lolos,” ungkapnya.
Ketertarikannya pada dunia pertanian juga bukan tanpa alasan. Ia tumbuh di lingkungan keluarga petani, yang membuatnya semakin mantap memilih bidang tersebut.
“Memang saya suka pertanian, karena orang tua dan keluarga juga semua di bidang itu,” ujar alumni Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Natuna ini.
Vita merupakan anak Natuna ketiga yang berhasil lolos ke PEPI, setelah sebelumnya ada peserta lain yang diterima pada tahun 2025.
Ke depan, pemerintah daerah berencana menjalin kerja sama lebih lanjut untuk membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Natuna di bidang pertanian modern. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
