Kepala BP Batam Amsakar Achmad. (Foto: BP Batam)
BATAM (marwahkepri.com) – Kinerja investasi Batam terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi berdasarkan pemantauan bottom-up BP Batam mencapai Rp38,97 triliun. Sementara itu, berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi tercatat sebesar Rp29,89 triliun.
Capaian tersebut memperlihatkan aktivitas investasi yang terus berkembang sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kawasan strategis investasi di Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan investasi terus didukung melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas logistik, serta kemudahan berusaha. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga daya saing Batam sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, capaian investasi tersebut mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan investor serta konsistensi BP Batam dalam membangun iklim investasi yang kompetitif.
“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar.
Menurutnya, investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai yang masuk, tetapi juga dari kemampuan kawasan dalam memberikan kepastian, mempercepat proses, serta memastikan proyek investasi dapat direalisasikan dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi Batam tercatat sebesar Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan tersebut hampir 14 kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi nasional yang tercatat 7,2 persen. Batam juga berkontribusi sekitar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional pada periode tersebut.
Momentum Pertumbuhan Terus Dijaga
Dengan target investasi sebesar Rp70 triliun pada 2026, BP Batam terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.
Berdasarkan data LKPM, realisasi investasi Semester I sebesar Rp29,89 triliun telah mencapai 42,70 persen dari target tahunan. Sementara berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi sebesar Rp38,97 triliun telah mencapai 55,67 persen dari target.
Amsakar menegaskan, capaian tersebut harus diikuti dengan realisasi proyek, pertumbuhan industri, serta penciptaan lapangan kerja.
“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, BP Batam akan terus memperkuat kemudahan berusaha, kepastian regulasi, percepatan pelayanan, serta pembangunan infrastruktur untuk menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi strategis.
Li Claudia: Pelayanan Menjadi Kunci
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai, peningkatan realisasi investasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha.
Menurutnya, investor membutuhkan ekosistem yang memberikan kepastian sejak tahap awal penanaman modal hingga proyek dapat beroperasi.
“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.
Ia menegaskan, BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus membangun koordinasi yang lebih efektif agar kebutuhan investor dapat direspons dengan cepat.
“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” tambahnya.
Li Claudia menyebutkan, keberhasilan investasi pada akhirnya harus tercermin melalui manfaat yang dirasakan masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja, penguatan industri lokal, peningkatan aktivitas ekonomi hingga daya saing Batam.
Investasi Tumbuh, Kesempatan Kerja Terbuka
Pertumbuhan investasi juga diikuti peningkatan jumlah tenaga kerja yang tercatat. Pada Semester I 2026, jumlah tenaga kerja mencapai 40.943 orang, meningkat dari 30.979 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan demikian, terdapat penambahan sekitar 9.964 tenaga kerja atau tumbuh 32,16 persen.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator berkembangnya aktivitas ekonomi di Batam. Seiring dengan bertambahnya proyek, berkembangnya industri dan meningkatnya kegiatan usaha, kebutuhan terhadap tenaga kerja turut meningkat.
Realisasi Investasi Semester I Capai Rp29,89 Triliun Berdasarkan LKPM
Berdasarkan data LKPM, realisasi investasi Batam pada Triwulan I 2026 mencapai Rp17,48 triliun. Pada Triwulan II, realisasi investasi bertambah Rp12,41 triliun sehingga total investasi sepanjang Semester I mencapai Rp29,89 triliun.
Realisasi tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp12,09 triliun.
Dibandingkan Semester I 2025, capaian tersebut tumbuh 27,31 persen secara year-on-year, sedangkan pertumbuhan secara kumulatif tercatat sebesar 62,75 persen.
Sementara itu, berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi Semester I mencapai Rp38,97 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.
Capaian berdasarkan metode bottom-up tersebut tumbuh 36,03 persen secara year-on-year dan 57,01 persen secara kumulatif.
Perbedaan nilai antara data LKPM dan metode bottom-up BP Batam berkaitan dengan perbedaan basis pengukuran. Kedua metode tersebut digunakan untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan aktivitas investasi di Batam dari sudut pandang pengukuran yang berbeda.
Fary Dorong Investasi Bernilai Tambah Tinggi
Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, penguatan investasi ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga kualitas dan nilai tambah yang dihasilkan.
Menurutnya, Batam memiliki peluang untuk terus mengembangkan investasi di sektor manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), energi, logistik, serta industri hilir.
“Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia,” kata Fary.
Ia menambahkan, BP Batam akan terus mengawal implementasi berbagai proyek strategis agar investasi yang telah masuk dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak terhadap perekonomian.
Optimistis Menembus Target 2026
Dengan realisasi Semester I yang telah melampaui separuh target tahunan berdasarkan metode bottom-up, BP Batam optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan investasi hingga akhir 2026.
Bagi Amsakar, capaian tersebut bukan sekadar indikator kinerja, melainkan juga sinyal positif bagi perkembangan ekonomi Batam ke depan.
“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” pungkas Amsakar.
Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan, Batam terus memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi Indonesia menuju Asia Tenggara. (MUN)
Redaktur: Munawir Sani
