Suasana khidmat penyerahan remisi Idul Fitri di Masjid At-Taubah Lapas Batam dengan 759 warga binaan penerima remisi

Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Ditjen PAS Kepri, melalui Kalapas Batam, menyerahkan secara simbolis Remisi Khusus Idul Fitri kepada perwakilan warga binaan Lapas Batam, Sabtu (21/3/2026). (F: hum)

BATAM(marwahkepri.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menyerahkan Remisi Khusus (RK) Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada warga binaan, Sabtu (21/3/2026). Pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan negara kepada narapidana yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pembinaan.

Pada tahun ini, Lapas Batam mengusulkan sebanyak 759 orang warga binaan beragama Islam yang telah memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi khusus Idul Fitri. Dari jumlah tersebut, 757 orang menerima Remisi Khusus I (RK I) atau pengurangan sebagian masa pidana, sedangkan 2 orang lainnya menerima Remisi Khusus II (RK II) yang langsung bebas setelah memperoleh remisi.

Kegiatan penyerahan remisi berlangsung khidmat di Masjid At-Taubah Lapas Batam dan turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau, Aris Munandar, yang sekaligus membacakan amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.

“Pemberian remisi ini menjadi wujud nyata apresiasi negara kepada warga binaan yang telah berkomitmen untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” demikian kutipan amanat yang dibacakan.

Penekanan penting juga disampaikan bahwa proses pembinaan tidak berhenti pada pemberian remisi, melainkan harus terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum Idul Fitri juga diharapkan menjadi sarana introspeksi diri, memperkuat nilai-nilai kebaikan, serta mempererat hubungan sosial baik dengan sesama maupun dengan lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, Lapas Batam berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, berorientasi pada perubahan positif, serta mendukung proses reintegrasi sosial bagi warga binaan agar dapat kembali diterima di masyarakat. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani