Bupati Bengkalis Kasmarni menyerahkan proposal pembangunan TPST Sungai Alam kepada Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat di ICOPRI 2026.

Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni menyerahkan proposal pembangunan TPST Sungai Alam kepada Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat di sela kegiatan ICOPRI 2026 di Universitas Riau, Pekanbaru. (f: joni)

PEKANBARU (marwahkepri.com) – Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, memanfaatkan momentum International Conference on Peatland Research and Innovation (ICOPRI) 2026 di Universitas Riau (UNRI), Pekanbaru, untuk memperjuangkan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah di daerahnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Integrated Classroom UNRI, Sabtu (31/10/2026), Kasmarni secara langsung menyerahkan proposal usulan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis, kepada Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat.

Usulan tersebut diharapkan mendapat perhatian dan dukungan pemerintah pusat agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah itu dapat direalisasikan.

Kasmarni menjelaskan, pembangunan TPST Sungai Alam merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah. Melalui fasilitas tersebut, penanganan sampah diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu, efektif, dan berkelanjutan.

“Pembangunan TPST Sungai Alam ini merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Kabupaten Bengkalis. Kita berharap melalui pembangunan fasilitas ini, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih terpadu dan optimal, sehingga mampu mengurangi permasalahan persampahan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga:  Safari Ramadhan Perdana, Bupati Kasmarni Pererat Sinergi dan Serap Aspirasi Warga Talang Muandau

Ia berharap Kementerian Lingkungan Hidup dapat memberikan dukungan terhadap usulan tersebut. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan membutuhkan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Dorong kolaborasi pelestarian gambut

Selain memperjuangkan pembangunan TPST, kehadiran Kasmarni dalam ICOPRI 2026 juga menjadi bentuk dukungan Pemkab Bengkalis terhadap pengembangan penelitian dan inovasi pengelolaan lingkungan, khususnya pelestarian ekosistem gambut.

Kasmarni menilai forum internasional tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kolaborasi sekaligus bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan.

Bagi Kabupaten Bengkalis, persoalan gambut menjadi perhatian serius karena kelestarian ekosistem tersebut berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta menopang kehidupan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan langkah-langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tentunya, upaya tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” ungkap Kasmarni.

ICOPRI 2026 dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat. Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Riau, H. Syahrial Abdi, yang mewakili Plt. Gubernur Riau, serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNRI, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, yang mewakili Rektor UNRI.

Baca Juga:  Anggota Parlemen Malaysia Sentil Prabowo Pakai Bahasa Jawa soal Kabut Asap: Jangan Jadi Bahan Guyonan!

Dalam kegiatan tersebut, Kasmarni didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bengkalis Aready, Kepala DLH Bengkalis Agus Susanto, Kepala Dinas Perkebunan Ed Efendi, Kepala Bappeda Rinto, serta sejumlah kepala perangkat daerah lainnya.

Melalui forum tersebut, Pemkab Bengkalis berharap kolaborasi dengan pemerintah pusat dan kalangan akademisi dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendorong peningkatan fasilitas pengelolaan persampahan di daerah. MK-joni

Redaktur : Munawir Sani