Struktur offshore UBA Jacket proyek Tangguh UCC dilepas dari kawasan PT Saipem Indonesia Karimun Yard menuju Papua Barat, disaksikan Bupati Karimun dan pejabat Kementerian ESDM serta SKK Migas.

Bupati Karimun Iskandarsyah memberikan sambutan saat prosesi sailaway struktur offshore UBA Jacket proyek Tangguh UCC dari Saipem Karimun Yard menuju Papua Barat, Jumat (8/5/2026). (Foto: timb)

KARIMUN (marwahkepri.com) – Struktur offshore UBA Jacket untuk proyek Tangguh UCC resmi dilepas (sailaway) dari PT Saipem Indonesia Karimun Yard menuju Papua Barat, Jumat (8/5/2026), disaksikan Bupati Karimun Iskandarsyah bersama jajaran Kementerian ESDM dan SKK Migas.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Staf Khusus Urusan Maritim Kementerian ESDM Erwin Christiyadi Gora, Deputi Eksploitasi SKK Migas Surya Widyantoro, serta perwakilan perusahaan energi internasional Kathy Wu, Pierangelo Abela, dan Undani.

Bupati Iskandarsyah menyebut keberhasilan fabrikasi hingga proses sailaway UBA Jacket menjadi bukti bahwa Karimun kini telah menjadi bagian dari rantai industri energi dunia.

Menurutnya, pengerjaan proyek offshore berskala internasional membutuhkan standar tinggi mulai dari kualitas fasilitas galangan, keselamatan kerja, hingga kemampuan tenaga teknis. Seluruh proses tersebut berhasil dipenuhi industri yang beroperasi di Kabupaten Karimun.

“Kepercayaan yang diberikan kepada Karimun untuk mengerjakan proyek strategis internasional seperti ini menunjukkan bahwa daerah kita memiliki daya saing global,” ujar Iskandarsyah.

Ia juga menilai kehadiran proyek migas internasional memberikan dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas industri penunjang, hingga peluang investasi jangka panjang.

Baca Juga:  Pansus DPRD Batam Perdalam Ranperda LAM, Libatkan Akademisi dan Tokoh Adat

Proyek Tangguh UCC merupakan bagian dari pengembangan industri hulu migas nasional yang akan beroperasi di wilayah Papua Barat. Struktur UBA Jacket yang difabrikasi di Karimun nantinya akan menjadi salah satu komponen utama penunjang operasional offshore.

Selain menandai keberhasilan teknis, sailaway ini sekaligus memperlihatkan kemampuan Karimun sebagai kawasan strategis manufaktur maritim yang mampu menangani proyek dengan spesifikasi internasional.

Pemerintah Kabupaten Karimun berharap capaian tersebut dapat membuka peluang masuknya proyek-proyek global lainnya ke Karimun, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat industri offshore dan fabrikasi terbesar di Indonesia bagian barat. MK-timb

Redaktur: Munawir Sani