Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Natuna, Sudirman ditemui Senin (11/5/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna menjanjikan bonus bagi peserta berprestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII tingkat Provinsi Kepualauan di Tanjungpinang, Juli mendatang.
Hal ini disampaikan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, saat membuka kegiatan Training Center (TC) kafilah Natuna di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Natuna, Senin (11/5/2026).
“Kita akan berikan dukungan secara maksimal, karena daerah yang dekat dengan Al-Qur’an akan diberikan keberkahan,” ujar Cen Sui Lan.
Selain dukungan penuh selama persiapan hingga pelaksanaan MTQ, Pemkab Natuna juga menyiapkan bonus berupa bagi peserta yang berhasil mengharumkan nama daerah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Natuna, Sudirman, mengatakan bonus akan diberikan berupa uang tunai kepada peserta yang meraih juara.
Namun demikian, nominal bonus tersebut masih dalam proses pembahasan karena pemerintah daerah saat ini tengah melakukan pergeseran anggaran.
“Kalau sekarang belum bisa kita pastikan berapa dapatnya. Tapi yang jelas yang akan dapat bonus itu juara 1, 2 dan 3,” jelas Sudirman.
Ia menambahkan, seluruh peserta akan menjalani pemusatan latihan selama kurang lebih satu bulan sebelum diberangkatkan ke Tanjungpinang.
Menurutnya, Kabupaten Natuna akan mengikuti hampir seluruh cabang perlombaan pada MTQ tingkat Provinsi Kepri tahun ini, kecuali cabang tunanetra.
“Semua cabang, delapan perlombaan kita ikuti, terkecuali cabang tunanetra,” katanya.
Total peserta Natuna akan mengikuti MTQ Provinsi Kepri sebanyak 54 peserta. Pemusatan latihan dibagi di tiga lokasi berbeda, yakni Ranai sebanyak 27 orang, Batam 25 orang, dan Tanjungpinang 2 orang.
MTQ dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 10 Juli 2026 di Tanjungpinang. Untuk mendukung persiapan tersebut, Pemkab Natuna mengalokasikan anggaran sekitar Rp 600 juta khusus untuk pelaksanaan training center.
Sementara total anggaran keseluruhan kegiatan MTQ disebut mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
Menurut Sudirman, tingginya biaya transportasi udara menjadi salah satu faktor membengkaknya anggaran keberangkatan kafilah tahun ini.
“Kita yang kena tahun ini di tiket pesawat itu. Harga tiket memang mahal, tapi mau tidak mau kita menggunakan pesawat yang ada,” ungkapnya.
Selama mengikuti MTQ di Tanjungpinang, seluruh peserta dijadwalkan akan diinapkan di hotel yang telah disiapkan panitia. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
