Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Kylie Cooper)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan tuntutan keras terhadap Iran. Trump meminta Teheran membayar kompensasi atas korban jiwa dan kerusakan yang menurutnya ditimbulkan Iran selama konflik di Timur Tengah.
Tuntutan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (10/8/2026). Ia mengatakan kompensasi itu akan menjadi salah satu poin yang dibawa dalam setiap negosiasi damai AS-Iran mendatang.
Trump menyebut pembayaran kompensasi nantinya ditujukan kepada keluarga korban yang tewas maupun mengalami luka serius akibat konflik.
“Sekarang saya juga menuntut kompensasi dari Iran untuk semua orang yang telah mereka bunuh dan lukai parah … termasuk keluarga dari mereka yang tewas di USS Cole dan ribuan lainnya yang tewas dalam pertempuran,” kata Trump.
Trump juga memperluas tuntutannya dengan meminta pertanggungjawaban Iran atas korban dan kerusakan yang terjadi di sejumlah wilayah konflik di Timur Tengah.
“Selain itu, kompensasi harus dibayarkan kepada keluarga dari ratusan ribu demonstran tak berdosa yang dibunuh Iran selama 50 tahun terakhir, belum lagi 52 ribu orang yang tewas dalam lima bulan terakhir,” ujarnya.
Dalam unggahan lainnya, Trump mengatakan Iran juga harus bertanggung jawab atas kerusakan serta kematian yang terjadi di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Jalur Gaza.
Ia menegaskan tuntutan tersebut akan disampaikan secara tegas dalam setiap proses perundingan dengan Iran.
“Setiap dan semua negosiasi di masa mendatang,” demikian penegasan Trump dalam unggahannya.
Tuntutan terbaru Trump muncul ketika upaya negosiasi damai antara Washington dan Teheran masih menghadapi jalan buntu. Ketegangan di kawasan juga semakin meningkat, terutama terkait situasi di Selat Hormuz.
Sebelumnya, Iran dilaporkan menjadikan pembayaran reparasi perang oleh AS sebagai salah satu prasyarat untuk menghentikan pertempuran.
Situasi di Selat Hormuz turut memberikan dampak terhadap perekonomian global. Gangguan terhadap jalur pelayaran dan pasokan energi menyebabkan harga bahan bakar minyak meningkat serta menambah tekanan terhadap perekonomian dunia.
Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi Trump di dalam negeri menjelang pemilihan paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Dengan munculnya tuntutan kompensasi baru dari kedua pihak, peluang tercapainya kesepakatan damai AS-Iran diperkirakan menghadapi tantangan yang semakin berat. MK-cnn
Redaktur : Munawir Sani
