Jemaah calon haji Natuna di Asrama Haji Batam, Kamis (23/4/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Peran sektor kesehatan tidak kalah penting dalam proses keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) kabupaten Natuna setiap tahun.
Dalam rangka mendukung kelancaran keberangkatan JCH ke tanah suci, Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan serangkaian tahapan pemeriksaan kesehatan bagi para jemaah.
“Prosesnya dimulai dari pemeriksaan kesehatan tahap pertama di puskesmas, kemudian dilanjutkan tahap kedua di RSUD untuk menentukan Istitha’ah atau kelayakan berangkat,” ujar Kepala Dinkes Natuna, Hikmat Aliansyah, Kamis (23/04/2026).
Hikmat mengatakan, hanya jemaah yang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dapat melanjutkan ke tahap pelunasan biaya haji.
Setelah itu, jemaah juga mendapatkan vaksinasi meningitis sebagai salah satu syarat wajib.
Dinkes Natuna juga tetap melakukan pendampingan hingga ke Batam guna memastikan seluruh administrasi kesehatan jemaah tidak mengalami kendala.
“Kami tetap mendampingi sampai di Batam untuk memastikan semua administrasi kesehatan sudah lengkap,” ujarnya.
Namun, sama seperti Petugas Haji Daerah (PHD), tahun ini Natuna juga tidak mendapatkan alokasi petugas kesehatan haji karena keterbatasan kuota nasional.
“Kuota petugas kesehatan hanya 5 orang untuk wilayah Kepri. 2 diambil provinsi, sementara tiga lainnya dari Batam, Tanjungpinang, dan Bintan,” terangnya.
Meski demikian, pelayanan kesehatan bagi jemaah tetap tersedia melalui petugas kloter, yang terdiri dari satu dokter dan satu perawat, dengan tanggung jawab menangani sekitar 450 jemaah dalam satu kelompok terbang.
Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan seluruh JCH Natuna dapat menjalankan ibadah dengan kondisi kesehatan prima hingga kembali ke tanah air. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
