Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura tinjau ketersidaan pangan di gudang Bulog Tanjungpinang.(Foto/int)
TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau memastikan ketersediaan bahan pangan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam kondisi aman.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura saat melakukan pemantauan langsung stok pangan bersama sejumlah instansi terkait di gudang Perum Bulog cabang Tanjungpinang, Jumat (13/3/2026).
Menurut Nyanyang, pemerintah daerah bersama Dinas Ketahanan Pangan terus memantau ketersediaan bahan pokok sekaligus memastikan distribusi pangan tetap lancar hingga ke wilayah kepulauan.
“Alhamdulillah, untuk tiga bulan ke depan stok masih tersedia,” ujar Nyanyang.
Berdasarkan hasil pengecekan di gudang Bulog, persediaan beras di Kepulauan Riau dinilai masih mencukupi. Saat ini terdapat sekitar 110 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta sekitar 2.100 ton cadangan beras yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
“Sekitar 2.100 ton sedang kita persiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Stok tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan, termasuk untuk wilayah Lingga, Anambas, Karimun, Natuna, serta Kota Tanjungpinang.
Pemerintah provinsi juga memastikan distribusi bahan pokok tetap menjadi prioritas, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
“Pengiriman bahan pokok harus diprioritaskan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menyebutkan cadangan beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 2.100 ton.
Ia mengakui bahwa selama bulan Ramadan terjadi peningkatan permintaan terhadap beras SPHP di masyarakat.
Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying karena stok beras SPHP di Bulog masih mencukupi,” ujar Arief.
Ia menambahkan, dukungan Bulog terhadap kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar pemerintah provinsi, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan tidak memengaruhi distribusi kepada mitra Rumah Pangan Kita (RPK) maupun ritel modern.
Selain memastikan ketersediaan pangan, Pemprov Kepri juga memantau kesiapan transportasi serta konektivitas antarpulau untuk mendukung distribusi logistik selama masa mudik.
Nyanyang mengatakan, pemerintah melalui Dinas Perhubungan turut melakukan pengawasan terhadap operasional pelabuhan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) di sejumlah pelabuhan.
Beberapa di antaranya adalah pelabuhan yang dikelola Pelindo, BP Batam, serta pelabuhan kapal Ro-Ro.
“Kami melihat langsung penerapan SOP di masing-masing pelabuhan untuk mengantisipasi potensi kendala selama angkutan Lebaran,” jelasnya.
Terkait kebutuhan minyak goreng, Pemprov Kepri juga akan berkoordinasi dengan para distributor agar pasokan ke seluruh kabupaten dan kota tetap terjaga.
Nyanyang menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran.
“Insyaallah stok pangan cukup untuk tiga bulan ke depan, jadi masyarakat tidak perlu panik,” katanya.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah, termasuk penjualan daging segar, akan terus direspons pemerintah melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.MK-YR
Redaktur : Munawir Sani
