Steven-Spielberg-CinemaCon

Steven Spielberg. (f: deadline)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Sutradara legendaris Hollywood, Steven Spielberg, mengungkap tiga film yang menurutnya wajib ditonton setidaknya sekali seumur hidup oleh setiap pencinta sinema.

Dalam wawancara bersama Canal+, Spielberg menyebut ketiga film tersebut bukan sekadar tontonan klasik, melainkan karya yang menjadi fondasi penting dalam memahami sejarah, perkembangan, dan teknik penceritaan perfilman modern.

Baca juga :SIM Mati Hari Ini Masih Bisa Diperpanjang Tanpa Bikin Baru, Ini Syaratnya

“Pilihan ini bukan sekadar tugas, melainkan paspor menuju masa lalu perfilman, di mana keahlian, kerendahan hati, dan ambisi bersatu membentuk pedoman yang digunakan oleh para pembuat film saat ini,” ujar Spielberg.

Film pertama yang direkomendasikan adalah It’s a Wonderful Life karya sutradara Frank Capra yang dirilis pada 1946. Meski sempat gagal di box office saat pertama kali tayang, film tersebut kini dianggap sebagai salah satu mahakarya perfilman dunia dan menjadi tradisi tontonan musim liburan di Amerika Serikat.

Rekomendasi kedua adalah Goodbye, Mr. Chips garapan Sam Wood. Film yang dibintangi Robert Donat itu mengisahkan perjalanan hidup seorang guru penuh dedikasi dan dinilai Spielberg sebagai contoh sempurna drama berbasis karakter yang kuat.

Baca juga : Anjing Hantu’ Amazon Akhirnya Terungkap, Ilmuwan Temukan Fakta Mengejutkan

Sementara pilihan ketiga adalah Schindler’s List, film arahan Spielberg sendiri yang dibintangi Liam Neeson dan Ralph Fiennes. Film tersebut meraih penghargaan Film Terbaik dan Sutradara Terbaik di ajang Academy Awards serta dikenal sebagai salah satu karya paling berpengaruh yang mengangkat tragedi Holocaust.

Spielberg juga menyoroti kecenderungan generasi muda yang mulai kurang tertarik menonton film-film era 1930-an dan 1940-an. Menurutnya, memahami karya klasik merupakan cara terbaik untuk mengapresiasi perkembangan teknik sinematografi dan penceritaan yang digunakan film modern saat ini.

“Setelah sepuluh menit menonton, kesan hitam-putih akan memudar dan cerita akan mengambil alih. Bentuk film akan surut, dan film itu sendiri mulai bernapas,” katanya.

Ia meyakini nilai kemanusiaan dalam karya Frank Capra, kedalaman karakter dalam film Sam Wood, hingga pesan moral yang kuat dalam Schindler’s List menjadi pelajaran penting bagi siapa saja yang ingin memahami akar perkembangan sinema modern. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani