Ilustrasi es kopi susu. Foto: Getty Images/Farknot_Architect
MARWAHKEPRI.COM – Kesehatan otak tidak hanya bergantung pada kualitas tidur dan aktivitas fisik. Asupan makanan serta minuman yang dikonsumsi setiap hari juga memiliki peran penting dalam menjaga fungsi organ tersebut.
Sayangnya, sejumlah minuman yang sering menjadi pilihan sehari-hari justru perlu dibatasi konsumsinya. Kandungan gula tambahan, alkohol, hingga kafein dalam jumlah tinggi dapat memberikan dampak kurang baik bagi tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Dalam jangka panjang, pola konsumsi yang tidak sehat dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme dan perubahan fungsi kognitif, seperti kemampuan berpikir, mengingat, serta berkonsentrasi.
Dikutip dari VnExpress pada 23 Oktober, terdapat empat jenis minuman yang konsumsinya perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kesehatan otak. Berikut ulasannya.
1. Minuman Bersoda
Minuman bersoda menjadi salah satu pilihan yang banyak dikonsumsi karena rasanya manis dan menyegarkan. Namun, sebagian besar produk soda mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi dengan nilai gizi yang relatif rendah.
Jika dikonsumsi terlalu sering, asupan gula berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, termasuk obesitas dan diabetes. Kondisi metabolisme tersebut juga dapat berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan otak.
Karena itu, kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda sebaiknya mulai dikurangi. Air putih bisa menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Teh tanpa gula juga dapat dijadikan alternatif bagi mereka yang ingin menikmati minuman dengan rasa tanpa tambahan gula berlebihan.
2. Minuman Beralkohol
Alkohol merupakan salah satu zat yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat, termasuk fungsi otak.
Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang, dapat berdampak pada struktur dan kinerja otak.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi alkohol berlebihan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif. Dampaknya dapat terlihat pada kemampuan mengingat, berpikir, hingga memproses informasi.
Peneliti dari Tabriz University of Medical Sciences, Iran, pernah menganalisis 17 penelitian yang melibatkan sekitar 80.000 orang pada 2004.
Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa konsumsi alkohol lebih dari 30,5 gram per hari berkaitan dengan risiko gangguan kognitif yang lebih tinggi.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa konsumsi alkohol perlu dihindari atau setidaknya tidak dianggap sebagai kebiasaan yang aman bagi kesehatan otak.
3. Kopi dengan Banyak Pemanis Tambahan
Kopi sebenarnya memiliki sejumlah kandungan yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Konsumsi kopi hitam tanpa gula dalam jumlah moderat juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan dalam berbagai penelitian.
Namun, manfaat tersebut perlu dibedakan dari kebiasaan mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dalam jumlah besar.
Kopi kekinian yang dicampur susu kental manis, sirup, gula, maupun krimer dapat mengandung kalori dan gula tambahan cukup tinggi.
Jika dikonsumsi setiap hari tanpa memperhatikan porsinya, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan asupan gula harian dan berdampak pada kesehatan metabolisme.
Untuk pilihan yang lebih sehat, penikmat kopi dapat mengurangi takaran gula, memilih kopi tanpa pemanis, atau menggunakan tambahan susu secukupnya.
Dengan begitu, kebiasaan minum kopi tetap bisa dinikmati tanpa harus mengonsumsi gula secara berlebihan.
4. Minuman Berenergi
Minuman berenergi biasanya mengandung kafein dan gula yang dirancang untuk memberikan sensasi lebih segar serta meningkatkan kewaspadaan dalam waktu singkat.
Kandungan kafein memang dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan mengurangi rasa kantuk untuk sementara. Namun, efek tersebut bukan berarti minuman berenergi baik untuk kesehatan otak jika dikonsumsi secara berlebihan.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat membantu meningkatkan kemampuan mengendalikan pikiran dan memori kerja. Sementara itu, konsumsi glukosa saja tidak memperlihatkan efek yang sama.
Meski demikian, kandungan kafein dan gula dalam minuman berenergi tetap perlu diperhatikan. Konsumsi berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur dan memicu efek samping seperti jantung berdebar.
Karena itu, minuman berenergi sebaiknya tidak dijadikan solusi utama untuk mengatasi kelelahan atau kurang tidur.
Mulai Perhatikan Asupan Minuman Sehari-hari
Menjaga kesehatan otak tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Salah satu langkah sederhana yang bisa dimulai adalah memperhatikan jenis dan jumlah minuman yang dikonsumsi setiap hari.
Mengurangi minuman tinggi gula, membatasi kafein, serta menghindari alkohol dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat.
Selain itu, tidur cukup, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan bergizi juga penting untuk mendukung fungsi otak.
Pada akhirnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk kemampuan otak dalam berpikir dan mengingat. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
