Kapolda Kepri Asep Safrudin menyerahkan penghargaan kepada Aipda Raja Faisal Mushawir pada Upacara Hari Kesadaran Nasional di Mapolda Kepri.
BATAM (marwahkepri.com) – Barisan berseragam cokelat berdiri tegap di Lapangan Apel Mapolda Kepulauan Riau, Rabu (18/02/2026). Upacara Hari Kesadaran Nasional berlangsung khidmat. Namun di balik rangkaian seremoni itu, terselip kisah yang lebih sunyi—tentang pengabdian yang tumbuh dari empati.
Kapolda Kepri, Asep Safrudin, satu per satu memanggil nama personel berprestasi untuk menerima piagam penghargaan. Di antara mereka, disebut nama Raja Faisal Mushawir, anggota Polres Kepulauan Anambas.
Bukan karena pengungkapan kasus besar atau operasi menonjol ia berdiri di podium. Penghargaan itu diberikan atas tindakan sederhana namun menyentuh: menjadi sopir mobil jenazah secara sukarela bagi warga yang membutuhkan di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Di wilayah kepulauan terluar seperti Kabupaten Kepulauan Anambas, keterbatasan akses dan fasilitas adalah bagian dari keseharian. Ketika kabar duka datang, tak semua keluarga memiliki sarana untuk mengantar orang tercinta ke tempat peristirahatan terakhir.
Di situlah Aipda Raja Faisal hadir.
Di sela tugasnya sebagai PS. Kasium Polsek Siantan, ia memilih turun tangan. Tanpa sorotan, tanpa publikasi, ia mengemudi mobil jenazah sebagai wujud empati kepada warga. Aksi itu kemudian viral—bukan karena sensasi, melainkan karena ketulusan yang terasa nyata.
Bagi masyarakat, kehadirannya lebih dari sekadar bantuan logistik. Ia menjadi penguat di saat duka terasa paling berat.
Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa tindakan tersebut mencerminkan jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Ini contoh pengabdian tanpa batas,” ujar Kapolda, menekankan bahwa kepercayaan publik dibangun dari tindakan nyata, sering kali dari hal-hal kecil yang berdampak besar.
Penghargaan itu tertuang dalam Keputusan Kapolda Kepri Nomor: Kep/28/II/2026. Lebih dari sekadar lembar piagam, ia menjadi simbol bahwa negara hadir dan menghargai keikhlasan anggotanya di lapangan.
Kapolres Kepulauan Anambas, I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, turut menyampaikan kebanggaannya. Menurutnya, apa yang dilakukan Raja Faisal merepresentasikan wajah Polri yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Hari Kesadaran Nasional pun menjadi ruang refleksi—tentang sejauh mana institusi benar-benar memberi manfaat, terutama di wilayah perbatasan dan kepulauan terluar.
Kisah Raja Faisal menjawab refleksi itu dengan cara paling sederhana.
Di jalan sempit dan pelabuhan kecil Anambas, seorang polisi memilih mengantar warganya menuju peristirahatan terakhir. Bukan dengan sirene dan pengawalan, tetapi dengan keikhlasan. Dan di sanalah, kehadiran negara terasa paling nyata.MK-Mun
Redaktur : Munawir Sani
