LINGGA — Sebanyak 11 kepala sekolah jenjang SD dan SMP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya, Selasa (15/9/2026).
Pelantikan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, H. Armia, di ruang rapat Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Lingga.
Pengisian jabatan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan kepala sekolah sekaligus memperkuat tata kelola satuan pendidikan. Pemerintah daerah berharap kepala sekolah definitif mampu mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Lingga.
Dalam arahannya, Armia menegaskan bahwa kepala sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada urusan administrasi. Lebih dari itu, kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin, motivator sekaligus teladan bagi guru dan peserta didik.
Menurutnya, kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan positif bagi perkembangan anak.
“Jabatan kepala sekolah adalah amanah besar dan kepercayaan pimpinan yang harus dijalankan dengan jujur serta penuh tanggung jawab. Setiap keputusan yang diambil oleh kepala sekolah akan menentukan nasib dan masa depan anak-anak bangsa di sekolah tersebut,” kata Armia.
Ia meminta para kepala sekolah menjaga integritas, kedisiplinan dan tanggung jawab selama menjalankan amanah. Mereka juga didorong untuk membangun semangat belajar siswa serta memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk berkembang dan mengejar cita-cita.
Armia Kenang Masa Sekolah
Di tengah arahan tersebut, Armia turut mengungkap pengalaman masa kecilnya ketika menempuh pendidikan.
Kenangan itu disampaikannya sebagai pengingat bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak semestinya menjadi penghalang bagi seorang anak untuk mendapatkan pendidikan dan meraih masa depan.
“Saya kalau berbicara dunia pendidikan sering teringat masa lalu ketika masih sekolah. Kita berasal dari keluarga sederhana. Kadang sepatu koyak, baju lusuh, tetapi itu tidak menyurutkan semangat untuk terus belajar,” ujarnya.
Armia menyampaikan kisah tersebut dengan mata berkaca-kaca.
Baginya, pengalaman hidup tersebut menjadi salah satu alasan mengapa perhatian terhadap dunia pendidikan harus terus diberikan, khususnya kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Ia pun berpesan agar kepala sekolah tidak hanya melihat siswa dari sisi akademik. Kondisi sosial dan kebutuhan dasar peserta didik juga harus menjadi perhatian.
Menurut Armia, seorang kepala sekolah harus memiliki kepekaan untuk melihat ketika ada anak yang menghadapi keterbatasan, baik dalam hal perlengkapan sekolah maupun kondisi keluarganya.
“Jangan sampai keterbatasan ekonomi membuat anak-anak kita kehilangan kesempatan untuk meraih cita-citanya,” pesannya.
Ia berharap 11 kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan perubahan nyata di lingkungan sekolah masing-masing.
Kepala sekolah, kata dia, harus mampu membangun sekolah sebagai ruang yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepercayaan diri dan harapan bagi setiap peserta didik. (mk/willy)
