ams

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Foto: dok)

BATAM (marwahkepri.com) – Pertumbuhan investasi dan ekonomi yang terus menggeliat mendorong Kota Batam untuk berbenah. Tidak hanya memperkuat infrastruktur dasar, Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam juga mendorong penataan kawasan perkotaan agar semakin modern, tertata, nyaman, dan memiliki identitas yang kuat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, mulai dari pembangunan Monumen Simpang Barelang yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM), perbaikan jalan, penanganan banjir, penghijauan, hingga pengembangan sistem penerangan jalan berbasis teknologi terintegrasi.

Berbagai langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun Batam sebagai kota industri dan investasi yang tidak hanya unggul dari sisi ekonomi, tetapi juga memiliki kualitas lingkungan perkotaan yang mampu mendukung kenyamanan masyarakat serta meningkatkan daya tarik bagi investor dan wisatawan.

Bundaran Ufuk Selatan, Landmark Baru yang Memperkuat Identitas Batam

Salah satu langkah nyata dalam memperindah wajah kota diwujudkan melalui pembangunan Monumen Simpang Barelang di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Investment Cakrawala yang mendapat dukungan penuh BP Batam. Kehadirannya diharapkan menjadi landmark baru sekaligus memperkuat identitas visual Batam, khususnya di kawasan strategis menuju Jembatan Barelang.

Dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi, penataan Bundaran Ufuk Selatan tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen. Kawasan tersebut juga dirancang dengan berbagai elemen lanskap, meliputi planter box, plaza, hardscape, serta softscape berupa hamparan rumput.

Untuk menunjang tampilan kawasan, desainnya turut dilengkapi pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas penyiraman taman. Perpaduan elemen tersebut diharapkan menghadirkan kawasan yang lebih representatif, tertata, dan menarik, termasuk pada malam hari.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pembangunan dan penataan kota melalui program CSR.

Baca Juga:  Gelar Karya SKB Natuna Tampilkan Kreativitas Peserta Didik

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Amsakar, Senin (14/9/2026).

Persiapan pekerjaan, termasuk pemagaran lokasi, telah dimulai pada 11 September 2026. Pembangunan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan ruang kota yang memiliki nilai tambah sekaligus memperkuat karakter Batam.

Amsakar menegaskan, pembangunan monumen tidak semata-mata berorientasi pada aspek estetika. Kualitas pekerjaan, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan kelestarian lingkungan tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaannya.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya.

Melalui penataan tersebut, Simpang Barelang diharapkan berkembang menjadi kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai titik pertemuan arus lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang kuat sebagai salah satu representasi wajah Kota Batam.

Infrastruktur Dasar Diperkuat, Mobilitas Masyarakat Semakin Didukung

Selain mempercantik wajah kota, BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra terus memperkuat pembangunan infrastruktur dasar untuk mengimbangi pertumbuhan kawasan industri, investasi, dan permukiman.

Pada program pembangunan infrastruktur 2026, sebanyak 12 dari 19 pekerjaan perbaikan jalan telah rampung. Pekerjaan tersebut mencakup sejumlah ruas strategis, di antaranya Jalan Gadjah Mada di depan Southlink dan Jalan Yos Sudarso di atas underpass.

Sementara itu, pekerjaan peningkatan jalan juga dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk landing point Fly Over Sei Ladi menuju Fly Over Madani.

Baca Juga:  Hujan Disertai Angin Kencang Bikin Pohon Tumbang Timpa Kabel Listrik di Tanjungpinang

Upaya peningkatan konektivitas tersebut berjalan beriringan dengan penanganan 29 titik banjir melalui peningkatan drainase, pembangunan saluran dan bangunan pelintas, serta pemeliharaan dan normalisasi saluran.

Sejumlah kawasan yang menjadi sasaran penanganan meliputi Melcem Batu Ampar, Simpang Kabil, Cendana-KDA, Green Nongsa Batu Besar, Kampung Belian, Sei Binti, Sei Lekop, Tiban, Sagulung, dan kawasan industri.

Pembangunan jalan dan penanganan drainase menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta aktivitas logistik dan industri. Infrastruktur yang memadai juga diharapkan mampu mengurangi hambatan perjalanan dan meminimalkan persoalan genangan di sejumlah kawasan.

Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan pembangunan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan pesatnya pertumbuhan kota.

“Batam berkembang sangat cepat sebagai pusat industri dan investasi. Karena itu, infrastruktur dasar harus mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut agar aktivitas ekonomi berjalan lancar dan masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih nyaman,” katanya di Batam Centre, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang terencana menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga daya saing Batam. Jalan yang memadai, sistem drainase yang berfungsi baik, serta konektivitas antarkawasan dibutuhkan agar kegiatan ekonomi dapat berlangsung lebih efektif.

Desain Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung. (Foto; BP Batam)

Penghijauan dan Penerangan Pintar untuk Kota yang Lebih Nyaman

Penataan kota juga dilakukan melalui peningkatan kualitas ruang publik. BP Batam mendorong penghijauan di sejumlah ruas jalan utama, salah satunya melalui penempatan dan penanaman tanaman bougenville.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan perkotaan yang lebih hijau, bersih, dan estetik. Penataan ruang publik diharapkan tidak hanya memperindah kota, tetapi juga meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  Police Go To School Satlantas Polresta Barelang, Edukasi Siswa SDN 01-02 Batam Kota

Di sisi lain, BP Batam tengah menyiapkan penerapan sistem Penerangan Jalan Umum (PJU) melalui teknologi smart integrated PJU. Sistem ini dirancang untuk memudahkan pemantauan titik-titik lampu secara real-time, terutama di ruas jalan utama Kota Batam.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan infrastruktur perkotaan yang lebih terintegrasi. Dengan sistem pemantauan yang terpusat, pengelolaan penerangan jalan diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif dan mendukung kenyamanan pengguna jalan.

Li Claudia menegaskan, daya tarik investasi tidak hanya ditentukan oleh kemudahan berusaha dan ketersediaan infrastruktur, tetapi juga kualitas lingkungan serta penataan kota secara menyeluruh.

“Investor tentu melihat banyak aspek. Selain infrastruktur dan kemudahan investasi, mereka juga memperhatikan bagaimana sebuah kota ditata, kebersihannya, kenyamanan lingkungannya, serta kualitas hidup masyarakatnya,” ujarnya.

Membangun Batam yang Kompetitif dan Berorientasi Masa Depan

Berbagai program pembangunan tersebut mencerminkan upaya BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam dalam menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Pembangunan Bundaran Ufuk Selatan, perbaikan jalan, penanganan banjir, penghijauan, dan pengembangan sistem PJU terintegrasi menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat kualitas ruang kota.

Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha juga menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan. Melalui dukungan investasi dan program tanggung jawab sosial perusahaan, penataan kawasan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ke depan, Batam diharapkan tidak hanya semakin dikenal sebagai pusat industri, perdagangan, dan investasi, tetapi juga sebagai kota modern yang memiliki infrastruktur memadai, lingkungan tertata, serta identitas perkotaan yang kuat.

Dengan pembangunan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Batam terus memperkuat fondasi menuju kota yang kompetitif, nyaman, dan semakin menarik bagi dunia usaha maupun wisatawan. (MUN)

Redaktur: Munawir Sani