Warga Kelarik Tengah Natuna mengevakuasi anak buaya dari dekat rumah penduduk

Warga Kelarik Tengah menangkap anak buaya yang masuk ke permukiman sebelum dilepaskan kembali ke sungai.

NATUNA (marwahkepri.com) – Suasana di Kelarik Tengah mendadak tegang ketika seekor anak buaya terlihat bergerak di dekat rumah warga. Di lingkungan yang biasanya tenang itu, kekhawatiran segera menyebar—terutama bagi para orang tua yang anak-anaknya setiap hari bermain dan melintas di sekitar kawasan tersebut.

Peristiwa itu terjadi di Kelarik Tengah, Desa Kelarik Air Mali, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna. Begitu mengetahui keberadaan reptil tersebut, warga tak menunggu lama. Mereka bergerak bersama, berhati-hati, memastikan tak ada yang terluka.

Dengan menggunakan jerat sederhana, anak buaya itu akhirnya berhasil diamankan. Setelah situasi dinilai aman, warga membawanya kembali ke sungai dan melepaskannya ke habitat asalnya.

Wahyu, warga setempat yang sehari-hari mencari kepiting bakau, mengaku kemunculan buaya di sekitar rumah termasuk jarang terjadi.

“Biasanya buaya terlihat di sekitar sungai, bukan di dekat rumah warga. Ini cukup mengejutkan kami,” ujarnya Rabu (18/02).

Bagi warga Kelarik Tengah, keberadaan buaya sebenarnya bukan hal baru. Di Sungai Kelarik Tengah, dikenal adanya induk buaya berukuran besar. Beberapa tahun silam, bahkan pernah terjadi peristiwa tragis ketika seorang nenek diterkam buaya saat hendak buang air kecil di rumahnya yang berada di tepi sungai.

Baca Juga:  Siswi SMK di Tanjungpinang Diduga Jadi Korban Asusila Oknum Guru

Kenangan itu masih membekas. Kemunculan anak buaya di dekat permukiman seolah membangkitkan kembali kekhawatiran lama.

Warga menilai kondisi air laut pasang turut meningkatkan risiko satwa liar itu naik ke daratan. Saat air meninggi, buaya lebih mudah menjangkau area yang lebih dekat dengan rumah-rumah penduduk.

“Kami khawatir keselamatan anak-anak. Apalagi saat air pasang, buaya bisa lebih mudah masuk ke area dekat rumah,” ungkap salah seorang warga.

Meski situasi berhasil dikendalikan tanpa korban, warga berharap ada perhatian lebih dari pemerintah dan instansi terkait. Pemantauan rutin di aliran sungai serta sosialisasi tentang langkah keselamatan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.

Bagi masyarakat Kelarik Tengah, keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama. Mereka ingin hidup berdampingan dengan alam, namun tetap dalam rasa aman.

Di tepian sungai yang menjadi sumber penghidupan itu, warga kini lebih waspada—menyadari bahwa alam selalu menyimpan kejutan, dan kebersamaan menjadi kunci untuk menghadapinya.MK-Saida

Redaktur : Munawir Sani