Padi di lahan pertanian seluas 40 hektare

ILUSTRASI - Padi petani Suak Midai tahun 2025 mencapai 130 ton dan menjadi yang tertinggi di Natuna.

NATUNA (marwahkepri.com) – Tidak hanya unggul dalam sektor perkebunan kelapa, sektor pertanian di Kecamatan Suak Midai menunjukkan capaian yang membanggakan. Sepanjang tahun 2025, produksi padi di wilayah tersebut mencapai 130 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Natuna, Wan Syazali, mengatakan, angka tersebut tercatat sebagai yang tertinggi dibandingkan dengan kecamatan lain seperti Bunguran Batubi, Bunguran Tengah, dan Bunguran Utara.

Luasan lahan pertanian yang fungsional di Suak Midai saat ini sekitar 40 hektare. Dengan produktivitas tersebut, petani dinilai memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan hasil panen.

“baru tahu kan kalau di suak midai ada pertanian. Bahkan hasil panen mereka lebih tinggi dari kecamatan lainnya,” ujar Wan Syazali, kepada marwahkepri.com saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, belum lama ini.

Pemerintah juga memastikan hasil produksi padi dapat langsung diserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). Dengan kehadiran Bulog di daerah, petani tidak perlu lagi menjual hasil panen ke luar wilayah dengan jarak yang jauh.

Baca Juga:  Cadangan Pangan RI Cukup 324 Hari, Mentan Bantah Konflik Timur Tengah Picu Krisis

Selain padi, petani di Suak Midai juga didorong untuk mengembangkan komoditas jagung pipil. Saat ini pemerintah melalui Bulog menetapkan harga penyerapan sebesar Rp6.400 per kilogram.

Dengan adanya kepastian harga dan penyerapan hasil panen, kendala pemasaran dinilai tidak lagi menjadi hambatan utama. Tinggal bagaimana keseriusan dan konsistensi petani dalam menjaga produksi agar terus berlanjut.MK-Nang

Redaktur : Munawir Sani