Kepala BPJS Ketenagakerjaan Natuna, Hendra Harry Jonna.
NATUNA (marwahkepri.com) – Jumlah peserta program BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Natuna terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan kepesertaan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kesadaran pekerja mandiri terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Natuna, Hendra Harry Jonna, menyampaikan bahwa tren peningkatan tersebut menjadi indikator positif terhadap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan sosial dalam dunia kerja.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah peserta dari sektor pekerja penerima upah juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi daerah.
“Jika investasi di daerah meningkat, otomatis jumlah tenaga kerja di sektor tersebut juga akan bertambah sehingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ikut meningkat,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (13/3).
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah peserta tidak terlepas dari kerja sama yang terjalin antara BPJS Ketenagakerjaan dengan pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat untuk bergabung dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan melalui program perlindungan bagi pekerja rentan. Dalam program tersebut, iuran kepesertaan pekerja dibayarkan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten sehingga masyarakat yang kurang mampu tetap mendapatkan perlindungan sosial.
Untuk memperluas akses layanan kepada masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan Natuna juga menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan serta layanan masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, pendaftaran peserta kini dapat dilakukan melalui berbagai kanal layanan, termasuk jaringan Bank Rakyat Indonesia melalui layanan BRILink serta kantor PT Pos Indonesia.
“Dengan adanya kerja sama ini, masyarakat bisa lebih mudah mendaftar tanpa harus selalu datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
BPJS Ketenagakerjaan Natuna juga terus berupaya memperluas jangkauan layanan hingga ke pulau-pulau kecil dan kecamatan terluar di wilayah Natuna.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk menjadi agen Perisai atau Penggerak Jaminan Sosial Indonesia, yang bertugas membantu sosialisasi serta pelayanan program kepada masyarakat.
Namun hingga saat ini masih terdapat beberapa wilayah yang belum memiliki agen Perisai, di antaranya kawasan Sedanau dan Pulau Panjang.
“Di wilayah Sedanau dan Pulau Panjang memang belum ada agen Perisai. Jika ada masyarakat yang berminat, kami persilakan mendaftar ke kantor BPJS Ketenagakerjaan agar layanan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa minat masyarakat terhadap program BPJS Ketenagakerjaan terus meningkat seiring dengan intensitas sosialisasi yang dilakukan pihaknya.
Di akhir keterangannya, Harry Jonna berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurutnya, program tersebut merupakan hak setiap warga negara sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Program ini merupakan amanat undang-undang bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan jaminan sosial. Kami berharap BPJS Ketenagakerjaan dapat menjadi salah satu penyangga ekonomi masyarakat di Natuna,” tutupnya.(*)
Redaktur : Munawir Sani
