Fuel Terminal Manager Pertamina Natuna, Ade Pranoto ditemui di Kantor Bupati Natuna, Selasa (14/4/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax hingga saat ini belum tersedia di Kabupaten Natuna. Hal ini diakui oleh Fuel Terminal Manager Pertamina Natuna, Ade Pranoto.
Ade menyebutkan, meski belum tersedia, kehadiran Pertamax maupun PertaminaDex di Natuna sebenarnya sudah masuk dalam wacana pengembangan ke depan.
“Pertamax saat ini memang belum ada di Natuna, tapi sudah menjadi wacana kami untuk menghadirkannya, termasuk PertaminaDex,” ujarnya, di kantor Bupati Natuna, Selasa, 14 April 2026.
Namun demikian, realisasi pengadaan BBM non-subsidi tersebut masih bergantung pada kajian bisnis dari pihak Pertamina. Salah satu pertimbangan utama adalah aspek investasi dan potensi keuntungan.
Menurutnya, untuk menghadirkan BBM non-subsidi di suatu daerah, Pertamina harus melakukan perhitungan matang terkait kelayakan investasi.
“Kalau untuk kendala, tentu dari sisi investasi. Harus dihitung apakah pengadaan itu menguntungkan atau tidak,” jelasnya.
Ia menambahkan, berbeda dengan BBM subsidi seperti Pertalite yang merupakan penugasan pemerintah dan wajib disediakan, BBM non-subsidi memiliki mekanisme tersendiri sehingga perlu perhitungan bisnis yang lebih detail.
Meski begitu, dari sisi kebutuhan, permintaan terhadap Pertamax dinilai sebenarnya sudah ada. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan keluaran terbaru yang secara spesifikasi direkomendasikan menggunakan BBM dengan angka oktan lebih tinggi, seperti Pertamax (RON 92).
Kondisi ini juga berdampak pada penggunaan BBM oleh kendaraan dinas. Karena tidak tersedianya Pertamax, kendaraan operasional pemerintah di Natuna terpaksa menggunakan Pertalite yang merupakan BBM subsidi.
“Secara normal, kendaraan keluaran terbaru seharusnya menggunakan Pertamax. Tapi karena belum tersedia, akhirnya menggunakan Pertalite,” ungkapnya.
Untuk itu, pihak Pertamina juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Sekretaris Daerah, guna mengumpulkan data jumlah kendaraan dinas. Data tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menghitung potensi pasar dan kelayakan investasi.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, kehadiran Pertamax di Natuna masih menunggu hasil kajian lebih lanjut dari Pertamina, terutama terkait aspek ekonomi dan potensi permintaan di daerah. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
