Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (Foto: Dok. YouTube Bank Indonesia)
Selama memimpin Bank Indonesia sejak 2018 hingga 2026, Perry Warjiyo dikenal mendorong percepatan transformasi digital di sektor sistem pembayaran nasional. Salah satu kebijakan yang paling dirasakan masyarakat adalah kehadiran QRIS yang kini digunakan secara luas oleh pelaku usaha maupun masyarakat dalam transaksi sehari-hari.
Tak hanya di dalam negeri, pengembangan QRIS juga diperluas melalui kerja sama pembayaran lintas negara. Saat ini QRIS telah dapat digunakan di sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Bahkan, beberapa warganet menyebut layanan tersebut kini juga mulai dapat dimanfaatkan untuk pembayaran melalui AliPay di China dan ZeroPay di Korea Selatan.
Ucapan terima kasih pun membanjiri media sosial X setelah kabar pengunduran diri Perry diumumkan.
“Pak Perry Warjiyo, terima kasih untuk QRIS-nya,” tulis salah satu pengguna X.
Pengguna lainnya menyebut QRIS menjadi salah satu inovasi paling berpengaruh dalam sistem pembayaran digital Indonesia.
“Kontribusi seperti QRIS dan BI-FAST memang terasa langsung manfaatnya buat masyarakat. Soal dampak pergantian gubernur, biarkan data yang berbicara seiring waktu,” tulis akun lainnya.
Selain QRIS, sejumlah warganet juga menyoroti keberhasilan implementasi BI-FAST yang mempercepat layanan transfer antarbank dengan biaya lebih murah dibanding sistem sebelumnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.
“Secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” ujar Prasetyo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.
Presiden Prabowo juga menyampaikan penghargaan atas pengabdian Perry Warjiyo yang telah memimpin Bank Indonesia selama hampir tujuh tahun.
“Pemerintah menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun memimpin Bank Indonesia,” kata Prasetyo.
Selama masa kepemimpinannya, Perry Warjiyo juga berfokus menjaga stabilitas moneter di tengah berbagai tantangan ekonomi global, sekaligus mempercepat digitalisasi sektor keuangan nasional melalui berbagai inovasi sistem pembayaran. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
