Inspektur Jenderal Kemenperin membuka Bazar Ramadan DWP 2026 di Jakarta

Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian membuka Bazar Ramadan DWP 2026 yang diikuti 69 booth produk industri dalam negeri di Jakarta.

JAKARTA (marwahkepri.com) – Momentum Ramadan menjadi faktor penting dalam memperkuat ekonomi nasional, terutama melalui peningkatan permintaan produk industri dalam negeri seperti makanan dan minuman, tekstil, serta pakaian jadi.

Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian, M. Rum, menyampaikan hal tersebut saat membuka Bazar Ramadan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perindustrian Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

“Ramadhan selalu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat. Peningkatan kebutuhan selama bulan suci ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kinerja sektor industri nasional,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pengolahan pada 2025 mencapai 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Kontribusi industri pengolahan terhadap perekonomian nasional tercatat sebesar 19,07 persen atau setara Rp4.541,52 triliun.

Di sektor perdagangan luar negeri, industri pengolahan nonmigas membukukan nilai ekspor USD227,1 miliar atau 80,27 persen dari total ekspor nasional, dengan surplus neraca perdagangan mencapai USD38,91 miliar.

Kementerian Perindustrian memastikan sektor industri, khususnya produsen barang kebutuhan pokok, siap menghadapi lonjakan permintaan. Industri makanan dan minuman tumbuh 6,38 persen sepanjang 2025 dan berkontribusi 41,26 persen terhadap industri pengolahan nonmigas.

Baca Juga:  Ironis, Indonesia Jadi Negara dengan Belanja Pendidikan Terendah di Daftar UNESCO, Hanya 1,3 Persen dari PDB

Sementara itu, industri tekstil dan pakaian jadi tumbuh 3,55 persen dengan kontribusi 5,59 persen terhadap industri pengolahan nonmigas.

Sebagai bagian dari penguatan permintaan domestik, Kementerian Perindustrian menggelar Bazar Ramadan DWP 2026 yang diikuti 69 booth dan didukung 32 sponsor. Kegiatan ini menghadirkan berbagai produk industri dalam negeri mulai dari fashion, makanan dan minuman, elektronika, otomotif, hingga kosmetika.

Perwakilan Ketua DWP Kemenperin, Lusi Taufiek Bawazier, berharap bazar tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dan pengunjung serta memperkuat konsumsi produk nasional.

Bazar Ramadan DWP Kemenperin 2026 mengusung tema “Belanja Berkah Produk Pilihan untuk Menjaga Industri Dalam Negeri” dan berlangsung pada 25–27 Februari 2026 di Plasa Industri Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta.(*)

KEMENPERIN