Kapal ASDP beroperasi di lintas penyeberangan saat cuaca ekstrem

apal ASDP melayani penyeberangan di salah satu perairan Indonesia.

JAKARTA (marwahkepri.com) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberlakukan kebijakan pengembalian tiket ASDP akibat cuaca ekstrem yang masih terjadi di sejumlah lintas penyeberangan Sumatera, Jawa, dan Bali, Senin (16/2/2026).

Kebijakan ini menjadi bentuk fleksibilitas bagi penumpang dalam menyesuaikan rencana perjalanan di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan bahwa curah hujan tinggi masih terjadi di beberapa wilayah operasional penyeberangan.

ASDP terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas.

“Kami terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan serta seluruh pemangku kepentingan,” kata kata Windy, dikutip dari liputan6.com.

Selain kebijakan refund, perusahaan juga menyediakan layanan penjadwalan ulang perjalanan bagi pengguna jasa.

“ASDP juga memberikan fleksibilitas perjalanan melalui kebijakan refund sebesar 25 persen serta layanan reschedule dengan biaya 10 persen, sehingga pengguna jasa dapat menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kondisi cuaca,” kata dia.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) periode 15–18 Februari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada puncak musim hujan.

Baca Juga:  BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Berakhir Oktober, El Nino Bertahan hingga 2027

Kondisi tersebut dipengaruhi penguatan Monsun Asia serta dinamika atmosfer di wilayah selatan Indonesia, yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan, kecepatan angin, dan tinggi gelombang di sejumlah jalur penyeberangan.

BMKG memprakirakan kecepatan angin di perairan Selat Sunda, Laut Jawa, hingga Selat Bali berkisar 8–20 knot dengan hembusan sesekali mencapai 20–25 knot.

Sementara tinggi gelombang signifikan berada pada kisaran 0,5 hingga 2,0 meter dan dapat meningkat secara fluktuatif mengikuti perkembangan cuaca harian.

ASDP menegaskan operasional penyeberangan akan disesuaikan dengan kondisi cuaca demi menjaga keselamatan pengguna jasa.

“Keselamatan pengguna jasa tetap menjadi fokus utama sehingga operasional disesuaikan dengan kondisi cuaca tanpa mengorbankan aspek keamanan layanan,” Windy menambahkan.mk-lip