ac5088a3-d62d-4845-8829-45636e7fcdad

Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, menyerahkan dana rehabilitasi RSUD Tanjung Batu secara simbolis kepada Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah. (Foto: Diskominfo)

KARIMUN (marwahkepri.com) — Dalam momentum penguatan sinergi pembangunan lintas pemerintahan, Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, bersama Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, merajut harapan kemajuan infrastruktur pelayanan publik melalui penyerahan Bantuan Keuangan Khusus dari Pemerintah Provinsi Kepri. Melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Pemprov Kepri resmi mengucurkan dana sebesar Rp 5.663.448.480 untuk akselerasi pembangunan di Kabupaten Karimun.

Dari total kucuran dana tersebut, fokus dan komitmen utama diarahkan pada sektor kesehatan. Anggaran dengan porsi terbesar, yakni sebesar Rp 2.960.448.480, secara khusus dialokasikan untuk Rehabilitasi RSUD Tanjung Batu Kundur. Langkah strategis ini menjadi wujud nyata dari harmonisasi visi Gubernur Ansar Ahmad dan Bupati Ing. H. Iskandarsyah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang representatif, modern, dan tanggap darurat bagi masyarakat di Pulau Kundur dan sekitarnya.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah menyerahkan dana bantuan khusus kepada perwakilan Desa Teluk Radang. (Foto: Diskominfo)

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen Pemprov Kepri yang terus hadir menopang pembangunan di Bumi Berazam.

“Perhatian dari Provinsi melalui dana BKAD ini adalah energi tambahan bagi peningkatan mutu kesehatan kita. Rehabilitasi RSUD Tanjung Batu Kundur akan sangat krusial dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas medis yang lebih mumpuni dan layak,” ungkap Bupati Ing. H. Iskandarsyah.

Gubernur Ansar Ahmad menyerahkan dana bantuan khusus secara simbolis. (Foto: Diskominfo)

Sejalan dengan arahan tersebut, rehabilitasi besar-besaran pada fasilitas rawat inap RSUD Kundur langsung dieksekusi. Langkah ini menjadi persiapan utama untuk meningkatkan status rumah sakit dari Tipe D Pratama menjadi fasilitas kesehatan Tipe D secara penuh.

Baca Juga:  Foto e-KTP Bisa Diganti, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya di Dukcapil

Direktur utama RSUD Kundur Surawan, SKM., MM., memaparkan bahwa proyek peningkatan fasilitas kesehatan ini akan dibagi menjadi dana sekitar Rp 2,3 miliar dialokasikan untuk membangun dan merehabilitasi ruang rawat inap guna menampung penambahan 30 tempat tidur baru.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah menyerahkan dana bantuan khusus secara simbolis.(Foto: Diskominfo)

Anggaran senilai lebih dari Rp 700 juta disiapkan untuk melengkapi fasilitas medis krusial, yang mencakup set tempat tidur pasien (bed set) dan tiang infus.

“Bantuan ini bertujuan untuk jangka panjang, yakni mempersiapkan rumah sakit ini menjadi Tipe D. Syarat untuk menjadi Tipe D adalah memiliki minimal 50 tempat tidur. Saat ini kita sudah memiliki 20 tempat tidur, dan dengan tambahan 30 tempat tidur dari rehabilitasi ini, syarat tersebut sudah terpenuhi,” jelas Surawan.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah memberikan sambutan. (Foto: Diskominfo)

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa rehabilitasi ini akan membawa perubahan yang signifikan pada kualitas kenyamanan pasien. Ruang rawat inap yang sebelumnya belum optimal dan hanya mengandalkan kipas angin, kini akan ditingkatkan sesuai standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), termasuk dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan (AC).

Terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), Surawan memastikan alokasi tenaga kesehatan dasar, seperti perawat dan bidan, saat ini sudah sangat mencukupi. Hal yang paling menggembirakan dari peningkatan status menjadi Tipe D ini adalah terbukanya jalur bagi RSUD Kundur untuk mendapatkan bantuan alokasi dokter spesialis. Kehadiran tenaga medis spesialis nantinya menjadi target krusial agar masyarakat Kundur bisa mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan yang komprehensif tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.

Baca Juga:  Dialog Air Bersih di Batu Merah, Warga Minta Dijadikan Prioritas Penanganan

Tidak hanya menyentuh fasilitas kesehatan rujukan, suntikan dana dari BKAD tersebut juga didistribusikan untuk menggerakkan denyut ekonomi dan infrastruktur di tingkat akar rumput. Bantuan keuangan khusus ini turut dialokasikan untuk tingkat Kelurahan dengan total anggaran Rp 1.215.000.000, serta tingkat Pemerintah Desa sebesar Rp 1.488.000.000.

Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad dan Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah berfoto bersama tamu undangan. (Foto: Diskominfo)

Secara simbolis, penyerahan bantuan tingkat desa ini disalurkan kepada 11 desa yang tersebar di wilayah Karimun guna menopang kemandirian desa. Rincian penerimanya mencakup:
* Desa Lubuk (Rp 37 Juta)
* Desa Sungai Sebesi (Rp 50 Juta)
* Desa Sungai Ungar (Rp 59 Juta)
* Desa Gemuruh (Rp 49 Juta)
* Desa Kundur (Rp 55 Juta)
* Desa Sawang Laut (Rp 54 Juta)
* Desa Sawang Selatan (Rp 51 Juta)
* Desa Perayun (Rp 39 Juta)
* Desa Sungai Ungar Utara (Rp 36 Juta)
* Desa Tanjung Berlian Barat (Rp 51 Juta)
* Desa Teluk Radang (Rp 38 Juta)

Kehadiran Gubernur Ansar Ahmad di Karimun ini juga membawa gerbong bantuan lintas sektor lainnya, mulai dari dana hibah rumah ibadah dari Biro Kesra, bantuan logistik BPBD, hingga santunan jaminan kematian (JKM) BPJS bagi para pahlawan pangan lokal, yakni petani dan nelayan. Sinergi yang semakin solid ini diharapkan terus mengokohkan pondasi Kabupaten Karimun sebagai wilayah yang berdaya saing, sehat, sejahtera, dan mandiri. MK-joseph

Redaktur; Munawir Sani