Pemerintah Kabupaten Natuna secara resmi menghibahkan dua bidang lahan kepada BMKG untuk mendukung pembangunan dua HF Radar atau radar maritim di wilayah Kabupaten Natuna. (Foto: Diskominfo)
NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna menghibahkan dua bidang lahan dengan total luas sekitar 9.240 meter persegi kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk pembangunan dua High Frequency Radar (HF Radar) atau radar maritim. Infrastruktur tersebut akan dibangun di Pengadah dan Tanjung untuk memperkuat pemantauan kondisi laut serta mendukung mitigasi bencana dan keselamatan aktivitas maritim.
Penandatanganan hibah lahan dilaksanakan di Kantor BMKG Pusat, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Dua lokasi yang disiapkan berada di Pengadah dan Tanjung.
Bupati Natuna Cen Sui Lan berharap pemanfaatan lahan tersebut dapat memberikan manfaat bagi daerah, khususnya dalam memperkuat mitigasi bencana dan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di laut.
Hibah lahan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pemantauan laut yang diharapkan dapat memperkuat sistem kewaspadaan terhadap perubahan kondisi perairan Natuna.
Kepala BMKG Kabupaten Natuna Rafael Marbun membenarkan Pemerintah Kabupaten Natuna telah menghibahkan dua bidang tanah untuk pembangunan HF Radar.
Menurut Rafael, HF Radar merupakan teknologi yang dirancang untuk melakukan pemantauan laut dalam jarak jauh secara real-time.
Teknologi tersebut diharapkan dapat menyediakan informasi mengenai dinamika kondisi perairan secara lebih cepat sehingga dapat mendukung mitigasi bencana dan meningkatkan keselamatan aktivitas maritim.
Keberadaan HF Radar dinilai penting bagi Natuna yang merupakan wilayah kepulauan dengan aktivitas masyarakat yang banyak bergantung pada kondisi laut. Nelayan, pelayaran, transportasi, kegiatan ekonomi hingga aktivitas strategis nasional memiliki keterkaitan dengan kondisi perairan.
Dengan pemantauan secara berkelanjutan, informasi mengenai kondisi laut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan bagi pemerintah dan pihak terkait dalam melakukan antisipasi terhadap potensi bahaya.
Informasi tersebut juga dapat mendukung pengguna laut dalam mengambil keputusan berdasarkan kondisi perairan yang tersedia.
Rafael menyampaikan apresiasi kepada Bupati Natuna atas dukungan hibah lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Natuna yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan tower ini,” katanya.
Menurut Rafael, pembangunan fasilitas pemantauan tersebut diharapkan dapat membantu mengantisipasi potensi bencana, terutama mengingat tingginya aktivitas masyarakat Natuna di wilayah laut.
Bagi nelayan, informasi kondisi perairan berkaitan dengan keselamatan saat melaut. Sementara bagi pelayaran, data kondisi laut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan perjalanan.
Pembangunan dua HF Radar tersebut selanjutnya masih membutuhkan tahapan pembangunan sebelum dapat beroperasi. Namun, hibah lahan menjadi langkah awal bagi BMKG dalam menyiapkan infrastruktur pemantauan laut di wilayah Natuna.
Pemkab Natuna berharap pemanfaatan aset daerah tersebut dapat memberikan manfaat strategis bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana dan keselamatan aktivitas maritim di wilayah kepulauan tersebut. (nang)
Redaktur: Munawir Sani
