Menteri keuangan Suahasil Nazara

Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (f: ist)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Pemerintah masih harus mengumpulkan pendapatan negara lebih dari Rp600 triliun untuk memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir 2026. Di sisi lain, anggaran belanja negara yang perlu direalisasikan dalam dua bulan terakhir tahun ini masih mencapai sekitar Rp990 triliun.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Suahasil menjelaskan, pelaksanaan APBN hingga akhir Oktober masih berjalan sesuai rencana, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Namun, pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk mengoptimalkan penerimaan sekaligus merealisasikan anggaran yang tersisa pada November dan Desember.

“APBN untuk tutup bulan Oktober, di mana semuanya on track untuk pendapatan dan belanja, dan kira-kira untuk pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi November-Desember ini sekitar Rp600 triliun lebih, dan untuk belanja negara masih sekitar Rp990 triliun akan dibelanjakan,” ujar Suahasil.

Kementerian dan Lembaga Diminta Percepat Belanja

Menghadapi dua bulan terakhir tahun anggaran, Suahasil mengimbau seluruh kementerian dan lembaga (K/L) mempercepat penyerapan anggaran. Meski demikian, percepatan tersebut tidak boleh mengorbankan efisiensi dan tata kelola keuangan negara.

Baca Juga:  Kendalikan Inflasi, Pemko Tanjungpinang Siapkan Operasi Pasar dan Intensifkan Pemantauan Harga

Arahan itu sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar belanja pemerintah pada penghujung tahun dapat dipercepat, tetapi tetap berorientasi pada pencapaian target dan hasil yang telah direncanakan.

Suahasil mengatakan, percepatan belanja pada akhir tahun merupakan pola yang lazim terjadi dalam pelaksanaan APBN. Namun, setiap kementerian dan lembaga tetap harus memastikan penggunaan anggaran sesuai tujuan awal pengajuan.

“Dua bulan terakhir seperti biasa namanya operasi APBN itu kalau di akhir tahun biasanya itu ngegas, lebih cepat, lebih besar, itu silakan tapi harus tetap efisien, harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan jajaran Kementerian Keuangan dan seluruh K/L agar tidak hanya berfokus pada kecepatan penyerapan anggaran, tetapi turut meningkatkan efisiensi belanja.

“Efisiensinya harus tetap dikerjakan dan ini dengan teman-teman di Kementerian Keuangan saya menghimbau seluruh K/L untuk meningkatkan efisiensi di pengujung tahun anggaran karena kita membutuhkan efisiensi dalam belanja. Pendapatannya tetap kita cari, pendapatan negara, tapi belanjanya terus kita efisiensikan,” sambung Suahasil.

Baca Juga:  Momen Prabowo Resmi Jadi Anggota NU dan Terima KartaNU di Muktamar ke-35

Inflasi 3,23 Persen Dinilai Masih dalam Batas Aman

Selain membahas pelaksanaan APBN, Suahasil turut menanggapi data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat tingkat inflasi sebesar 3,23 persen.

Menurutnya, angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi yang telah ditetapkan pemerintah dan Bank Indonesia. Target inflasi nasional berada di level 2,5 persen dengan toleransi sebesar plus minus 1 persen.

Dengan rentang tersebut, batas atas inflasi yang masih menjadi sasaran adalah 3,5 persen. Artinya, inflasi sebesar 3,23 persen masih berada di bawah ambang tersebut.

Suahasil menilai kondisi itu belum perlu dikhawatirkan karena masih sesuai dengan perkiraan pemerintah dalam menyusun asumsi perekonomian nasional.

“Angka inflasi kita kemarin 3,2%. Kan artinya itu di dalam range yang memang kita bayangkan sejak kita melakukan estimasi atas perekonomian Indonesia. Itu yang kita sebut dengan on track,” jelasnya.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus menjaga keseimbangan antara upaya meningkatkan pendapatan negara, efisiensi belanja, dan stabilitas ekonomi agar pelaksanaan APBN 2026 tetap berjalan sesuai sasaran. MK-dtc

Baca Juga:  Biodiesel B50 Resmi Diluncurkan, Ini Harga dan Manfaatnya bagi Indonesia

Redaktur : Munawir Sani