Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: REUTERS/Jeenah Moon)
TEL AVIV(marwahkepri) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan yang sebelumnya tidak diumumkan ke Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (27/9/2026). Dalam kunjungan singkat tersebut, Netanyahu bertemu Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi.
Kabar kunjungan tersebut pertama kali dilaporkan sejumlah media Israel, termasuk Channel 12, KAN, Haaretz, dan The Jerusalem Post. Laporan tersebut menyebut Netanyahu terbang ke Abu Dhabi menggunakan pesawat pribadi dan menghabiskan sebagian besar hari di UEA.
Informasi itu kemudian diperkuat seorang pejabat senior Israel kepada Reuters yang membenarkan bahwa Netanyahu memang mengunjungi Abu Dhabi dan bertemu dengan Mohamed bin Zayed. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai agenda maupun hasil pembicaraan kedua pemimpin.
Kantor Perdana Menteri Israel maupun Kementerian Luar Negeri UEA belum memberikan komentar langsung terkait kunjungan tersebut.
Agenda Pertemuan Belum Diungkap
Detail pembicaraan Netanyahu dan Mohamed bin Zayed belum diketahui secara terbuka. Media Israel melaporkan pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap ancaman Iran dan perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan N12, kunjungan Netanyahu berlangsung sepanjang hari setelah ia bertolak dari Israel pada Minggu pagi. Pesawat yang membawanya disebut mendarat di Abu Dhabi sebelum kembali ke Israel pada hari yang sama.
Kunjungan ini juga berlangsung di tengah kontroversi terkait laporan mengenai komunikasi antara Netanyahu dan Mohamed bin Zayed sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Kembali Disorot Setelah Laporan soal Peringatan 7 Oktober
Beberapa pekan sebelum kunjungan tersebut, media Israel melaporkan bahwa Presiden UEA Mohamed bin Zayed diduga pernah memberikan peringatan kepada Netanyahu mengenai rencana operasi besar Hamas sebelum serangan 7 Oktober 2023.
Laporan Haaretz yang dikutip sejumlah media menyebut peringatan tersebut tidak diteruskan kepada para petinggi keamanan Israel. Klaim itu kemudian dibantah keras oleh kantor Netanyahu. Pemerintah Israel menyatakan tidak ada peringatan dari UEA kepada Netanyahu sebelum serangan 7 Oktober.
Netanyahu juga mengambil langkah hukum terhadap laporan tersebut. Kantornya menyebut pemberitaan Haaretz sebagai tidak benar dan mengatakan tidak terdapat komunikasi antara Netanyahu dan UEA pada periode tertentu sebelum serangan tersebut.
Karena itu, pertemuan terbaru Netanyahu dan Mohamed bin Zayed kembali mendapat perhatian media, meski belum ada keterangan resmi yang menyatakan apakah isu tersebut turut dibahas dalam pertemuan di Abu Dhabi.
Israel dan UEA Sudah Punya Hubungan Diplomatik
Israel dan UEA secara resmi menjalin hubungan diplomatik pada 2020 melalui Abraham Accords yang dimediasi Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari proses normalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab.
Kunjungan terbaru Netanyahu menunjukkan bahwa komunikasi tingkat tinggi antara Israel dan UEA tetap berlangsung. Namun, rincian pembicaraan antara Netanyahu dan Mohamed bin Zayed dalam pertemuan terbaru tersebut belum dipublikasikan. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
