Ucapan duka cita meninggalnya bendahara keuangan RSBP Batam, Sapto Agus Rinugroho melansir laman Instagram @rsbp.batam. Jenazah Sapto sebelumnya ditemukan mengapung dan tersangkut bubu milik nelayan di perairan Air Dapur, Luar Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Nelayan lokal di sana menemukannya pada Sabtu (14/2/2026) sekira pukul 08.00 WIB. (f: rsbp)
BATAM (marwahkepri.com) – Kasus meninggalnya Sapto Agus Nugroho, bendahara keuangan BP Batam yang bertugas di Rumah Sakit BP Batam, masih menyisakan sejumlah tanda tanya. Pria tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa mengapung di perairan Galang pada Jumat, 13 Februari 2026.
Sejumlah kejanggalan mencuat setelah jasad korban teridentifikasi. Ponsel milik Sapto diketahui tertinggal di ruang kerjanya, sementara sepeda motor yang digunakannya sehari-hari belum ditemukan hingga kini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Kamis pagi, 12 Februari 2026 sekitar pukul 07.00 WIB, korban berangkat ke kantor menggunakan sepeda motor. Ia sempat mengisi absensi dan masuk ke ruangan kerja. Namun, sekitar 15 menit kemudian, korban kembali keluar kantor dengan membawa sebuah tas dan mengendarai motornya. Ponsel miliknya tetap berada di atas meja kerja.
Sejak saat itu, korban tidak kembali ke rumah. Keluarga mulai merasa khawatir karena tidak ada kabar hingga Sabtu sore. Kabar duka datang setelah pihak keluarga mendapat informasi dari Rumah Sakit Bhayangkara Batam bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolsek Galang Iptu Hendrizal menjelaskan, jasad pertama kali ditemukan seorang nelayan yang hendak mengangkat bubu atau perangkap ikan di perairan Galang.
“Setelah dicek, nelayan mendapati sesosok tubuh pria tersangkut di dalam perangkap. Ia langsung melapor ke aparat setempat,” kata Hendrizal.
Saat ditemukan, kondisi jasad telah membengkak dan diduga sudah berada di laut selama beberapa hari. Korban hanya mengenakan kaos tanpa identitas. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi dan autopsi.
Hasil autopsi sementara menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian luar tubuh korban. Meski demikian, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian.
Di rumah duka kawasan Komplek Ditpam, Kelurahan Sukajadi, tampak sejumlah karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa. Sapto diketahui telah mengabdi sekitar 25 tahun di BP Batam.
Eko, salah seorang anak korban, memilih tidak banyak berkomentar dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
“Kami tidak ingin memberikan keterangan lebih. Yang jelas, motor Vario milik ayah hingga kini belum ditemukan,” kata Eko singkat, Senin, 16 Februari 2026 sore.
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M Debby Tri Andrestian mengatakan penyelidikan masih terus berjalan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal.
“Dari hasil sementara, ponsel dan dompet korban ditemukan di dalam kantor. Kami masih terus menyelidiki,” ujar Debby.
Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan tidak ada laporan orang hilang lain yang berkaitan dengan penemuan jasad tersebut. Hingga kini, motif maupun penyebab kematian korban masih dalam proses pendalaman. MK-bn
Redaktur : Munawir Sani
