WhatsApp Image 2026-05-04 at 13.00.18

‎Camat Pulau Panjang, Said Muchdar ditemui Senin (4/5/2026). (Foto: nang)

‎NATUNA (marwahkepri.com) – Ketiadaan pelabuhan yang layak di Pulau Panjang, Kabupaten Natuna, menjadi persoalan serius hingga berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama bagi nelayan dan anak sekolah.
‎
‎Camat Pulau Panjang, Said Muchdar, mengungkapkan bahwa hingga saat ini wilayahnya belum memiliki pelabuhan representatif.
‎
‎Fasilitas yang ada hanya pelabuhan sederhana, belum mampu menunjang aktivitas transportasi laut secara optimal.
‎
‎“Sekarang belum ada pelabuhan yang memadai, yang ada hanya pelabuhan biasa saja. Ini sangat menjadi kendala bagi masyarakat, baik nelayan maupun anak sekolah,” ujarnya, di kantor Bupati Natuna, Senin (04/05/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, kondisi air laut yang kerap surut pada pagi hari membuat alat transportasi laut (pompong) milik warga tidak bisa melintas.
‎
‎Akibatnya, anak-anak sekolah terpaksa turun ke laut dan berjalan kaki untuk mencapai tujuan mereka.
‎
‎“Kalau pagi hari air laut kering, pompong tidak bisa lewat. Jadi anak-anak sekolah harus turun ke laut dan jalan kaki,” jelasnya.
‎
‎Kondisi tersebut bukan terjadi sesekali, melainkan hampir setiap hari, sehingga menimbulkan risiko keselamatan yang cukup tinggi.
‎
‎Resikonya cukup besar, pernah kejadian ada anak-anak yang kakinya terkena ikan lepuh (ikan batu) yang beracun.
‎
‎Menurut Said, persoalan ini dapat teratasi jika pembangunan pelabuhan di Pulau Panjang segera direalisasikan. Ia menilai keberadaan pelabuhan akan membuka akses yang lebih aman dan memperlancar mobilitas masyarakat.
‎
‎Saat ini, pelabuhan dengan kondisi perairan yang cukup dalam berada di Pulau Kerdau, tepatnya di Pelabuhan Sengseng.
‎
‎Namun, akses dari Pulau Panjang menuju lokasi tersebut masih terkendala karena kondisi perairan dangkal saat surut.
‎
‎“Kalau di Pulau Kerdau, di pelabuhan Sengseng airnya dalam. Kendalanya di Pulau Panjang ini, kalau surut bisa sampai 500 meter,” ungkapnya.
‎
‎Ia berharap, jika pelabuhan dibangun di Pulau Panjang, konektivitas antarwilayah akan semakin lancar, termasuk akses menuju Pulau Kerdau. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat juga diyakini akan meningkat.
‎
‎“Kalau pelabuhan sudah dibangun, tentu akan lebih aman. Akses ekonomi juga akan lebih lancar,” tutupnya.
‎
‎Menanggapi hal ini, Bupati Natuna Cen Sui Lan, mengatakan, saat ini pemerintah daerah sedang memetakan beberapa wilayah yang sangat membutuhkan akses pelabuhan.
‎
‎Saat ini tengah dilakukan studi pra kelayakan oleh Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.
‎
‎”Barusan tadi kita laksanakan FGD dengan Kemenhub terkait wacana pembangunan pelabuhan di Natuna. Pulau Panjang nanti salah satu yang menjadi prioritas,” ujarnya.
‎
‎Kendati demikian, Cen Sui Lan mengaku bahwa prosesnya masih panjang. Untuk itu, ia berharap tidak ada kendala, sehingga prosesnya cepat terlaksana. MK-nang

Baca Juga:  DPRD Bengkalis dan Pemkab Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD Tahun 2026

Redaktur: Munawir Sani