Camat Pulau Panjang, Said Muchdar ditemui Senin (4/5/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Ketiadaan pelabuhan yang layak di Pulau Panjang, Kabupaten Natuna, menjadi persoalan serius hingga berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama bagi nelayan dan anak sekolah.
Camat Pulau Panjang, Said Muchdar, mengungkapkan bahwa hingga saat ini wilayahnya belum memiliki pelabuhan representatif.
Fasilitas yang ada hanya pelabuhan sederhana, belum mampu menunjang aktivitas transportasi laut secara optimal.
“Sekarang belum ada pelabuhan yang memadai, yang ada hanya pelabuhan biasa saja. Ini sangat menjadi kendala bagi masyarakat, baik nelayan maupun anak sekolah,” ujarnya, di kantor Bupati Natuna, Senin (04/05/2026).
Ia menjelaskan, kondisi air laut yang kerap surut pada pagi hari membuat alat transportasi laut (pompong) milik warga tidak bisa melintas.
Akibatnya, anak-anak sekolah terpaksa turun ke laut dan berjalan kaki untuk mencapai tujuan mereka.
“Kalau pagi hari air laut kering, pompong tidak bisa lewat. Jadi anak-anak sekolah harus turun ke laut dan jalan kaki,” jelasnya.
Kondisi tersebut bukan terjadi sesekali, melainkan hampir setiap hari, sehingga menimbulkan risiko keselamatan yang cukup tinggi.
Resikonya cukup besar, pernah kejadian ada anak-anak yang kakinya terkena ikan lepuh (ikan batu) yang beracun.
Menurut Said, persoalan ini dapat teratasi jika pembangunan pelabuhan di Pulau Panjang segera direalisasikan. Ia menilai keberadaan pelabuhan akan membuka akses yang lebih aman dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Saat ini, pelabuhan dengan kondisi perairan yang cukup dalam berada di Pulau Kerdau, tepatnya di Pelabuhan Sengseng.
Namun, akses dari Pulau Panjang menuju lokasi tersebut masih terkendala karena kondisi perairan dangkal saat surut.
“Kalau di Pulau Kerdau, di pelabuhan Sengseng airnya dalam. Kendalanya di Pulau Panjang ini, kalau surut bisa sampai 500 meter,” ungkapnya.
Ia berharap, jika pelabuhan dibangun di Pulau Panjang, konektivitas antarwilayah akan semakin lancar, termasuk akses menuju Pulau Kerdau. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat juga diyakini akan meningkat.
“Kalau pelabuhan sudah dibangun, tentu akan lebih aman. Akses ekonomi juga akan lebih lancar,” tutupnya.
Menanggapi hal ini, Bupati Natuna Cen Sui Lan, mengatakan, saat ini pemerintah daerah sedang memetakan beberapa wilayah yang sangat membutuhkan akses pelabuhan.
Saat ini tengah dilakukan studi pra kelayakan oleh Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.
”Barusan tadi kita laksanakan FGD dengan Kemenhub terkait wacana pembangunan pelabuhan di Natuna. Pulau Panjang nanti salah satu yang menjadi prioritas,” ujarnya.
Kendati demikian, Cen Sui Lan mengaku bahwa prosesnya masih panjang. Untuk itu, ia berharap tidak ada kendala, sehingga prosesnya cepat terlaksana. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
