Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq saat aksi bersih sampah di Pelabuhan Nizam Zachman Jakarta Utara

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih dalam rangka HPSN 2026 di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Jakarta Utara.

JAKARTA (marwahkepri.com) – Aroma laut bercampur bau sisa sampah menyambut pagi di kawasan pesisir Jakarta Utara. Di antara deretan kapal dan aktivitas bongkar muat ikan, sejumlah pejabat dan warga terlihat memungut sampah satu per satu. Tak sekadar seremoni, aksi itu menjadi bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh pada tanggal 21 Februari.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung memimpin gerakan bersih di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman dan Tempat Pelelangan Ikan Penjaringan, Jakarta Utara. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Di tengah aktivitas itu, Menteri Hanif menegaskan bahwa persoalan sampah tak bisa ditunda lagi.

“Hari ini kita terus melakukan korve, korve, dan korve sesuai arahan dari Bapak Presiden, termasuk di Jakarta Utara sekarang. Jakarta Utara memiliki timbulan sampah lebih dari 1.300 ton per hari, sehingga perlu menjadi atensi khusus bagi kita semua, termasuk bagi warga masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik dari sumbernya,” ujar Menteri Hanif.

Baca Juga:  Tak Sekadar Imbauan, Nizar–Novrizal Turun Langsung Bersihkan Kantor Wujudkan Gerakan ASRI

Angka 1.300 ton per hari bukan sekadar statistik. Di wilayah padat dan dinamis seperti Jakarta Utara, tumpukan sampah dapat menjadi ancaman lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat, terutama di kawasan pesisir.

Tak berhenti di pelabuhan, Menteri Hanif melanjutkan kunjungan ke Bank Sampah Unit Women Federation di Jalan Marliana dan TPS3R MOA di Penjagalan, Penjaringan. Di lokasi ini, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan terkecil.

Ia juga menyinggung keberadaan fasilitas RDF (Refuse Derived Fuel) di Rorotan sebagai salah satu solusi percepatan penanganan sampah.

“Alhamdulillah, sekarang Jakarta Utara sudah memiliki fasilitas RDF di Rorotan untuk solusi percepatan penanganan sampah. Namun, RDF hari ini masih mendapat koreksi dari masyarakat sekitar, sehingga tentunya perlu menjadi perhatian dan dukungan kita semua untuk melakukan perbaikan ke depannya,” tambah Menteri Hanif.

Teknologi memang penting, tetapi kepercayaan publik tak kalah krusial. Pemerintah, kata Hanif, harus memastikan solusi yang dihadirkan benar-benar ramah lingkungan dan diterima masyarakat.

Baca Juga:  Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur’an Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Walikota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyatakan komitmennya mendukung penuh gerakan tersebut.

“Kami Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mendukung sepenuhnya dan akan melaksanakan segala perintah yang disampaikan oleh Bapak Presiden langsung melalui Pak Menteri. Kami tentunya juga ingin menjadikan Jakarta Utara sebagai kota yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sesuai dengan Gerakan Indonesia ASRI. Kami juga berterima kasih atas arahan dan bimbingan Pak Menteri dan jajarannya selama ini dalam menciptakan lingkungan yang bersih di Kota Jakarta Utara,” ujar Hendra Hidayat.

KLH/BPLH menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial. Pengurangan harus dimulai dari sumbernya—rumah tangga, pasar, pelabuhan, hingga kawasan industri. Literasi publik, teknologi ramah lingkungan seperti RDF, serta penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci.

Di pesisir Jakarta Utara pagi itu, aksi memungut sampah bukan sekadar simbol. Ia adalah pengingat bahwa menjaga bumi dimulai dari langkah kecil—korve yang dilakukan bersama, demi lingkungan yang lebih bersih dan masa depan yang lebih sehat.(*)

Redaktur : Munawir Sani