Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Sinar Harapan)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 meskipun harga minyak mentah dunia bergejolak akibat konflik di Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026), menanggapi pertanyaan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun terkait kesiapan negara menahan harga BBM apabila harga minyak dunia berada pada kisaran US$ 80 hingga US$ 100 per barel.
“Ingin memastikan lagi bahwa exercise di harga US$ 80, US$ 90 dan US$ 100 pun, negara sudah siap ya? Siap sampai akhir tahun?” kata Misbakhun dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).
Menjawab pertanyaan tersebut, Purbaya menegaskan pemerintah telah menghitung berbagai skenario harga minyak hingga US$ 100 per barel rata-rata sampai akhir tahun.
“Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi dengan asumsi harga minyak rata-rata US$ 100 per barel sampai akhir tahun sudah dihitung,” ucap Purbaya menjawab Misbakhun yang disambut tepuk tangan legislator.
Purbaya memastikan BBM bersubsidi tetap aman hingga akhir tahun dan meminta masyarakat tidak khawatir terhadap isu kenaikan harga.
“Jadi (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung,” tambahnya.
Selain itu, Purbaya menyampaikan APBN 2026 masih memiliki bantalan dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini mencapai Rp 420 triliun. Dana tersebut dapat digunakan jika diperlukan untuk menutup kenaikan harga minyak.
“Kita sudah siapkan sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata US$ 100, artinya nanti ada yang di atas US$ 100 dalam periode tertentu, kita masih kuat dengan eksisting anggaran yang ada. Kalau kepepet, masih ada lagi bantalan yang saya bilang tadi. Jadi negara kita aman,” ucap Purbaya. MK-mun/dtk
Redaktur: Munawir Sani
