Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan rencana vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun

Ilustrasi anaak 11 tahun sedang di vaksin HVP. (f: ai)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemerintah akan mulai memberikan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada anak laki-laki usia 11 tahun pada 2027. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi nasional menekan angka kanker serviks di Indonesia.

Menurut Menkes, meskipun laki-laki tidak berisiko terkena kanker serviks, mereka dapat menjadi pembawa virus HPV dan menularkannya kepada pasangan. Karena itu, perluasan cakupan vaksinasi dinilai penting untuk mempercepat upaya pencegahan.

“Pada 2027, kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa mengidap kanker serviks, tetapi bisa transmitting the disease (membawa penyakitnya ke pasangan),” kata Menkes pada kampanye peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (16/2/2026).

“Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa. Oleh karena itu, kita mau mengakselerasi pencegahan kanker serviks dengan kampanye vaksin HPV yang masif,” sambungnya.

Ia menjelaskan saat ini terdapat sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia yang dapat melayani skrining atau deteksi dini kanker. Dalam lima tahun ke depan, Kementerian Kesehatan menargetkan 40 juta perempuan menjalani deteksi dini kanker.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Menkes Minta Pelayanan Rumah Sakit Diperbaiki

Selain skrining, pemerintah juga menargetkan 40 juta orang menerima vaksin HPV dalam kurun waktu lima tahun. Seluruh perempuan di atas usia 30 tahun didorong untuk minimal satu kali menjalani pemeriksaan kanker serviks dan payudara.

“Jika kita bisa menemukan mereka, maka bisa ditangani sedini mungkin karena kanker itu bisa disembuhkan. Tetapi, harus deteksi dini,” tegas Menkes.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kanker serviks menjadi penyebab kematian nomor dua terbanyak pada perempuan setelah kanker payudara. Sejak 2023, pemerintah telah menjalankan program nasional vaksin HPV dengan target 2,1 juta anak perempuan usia 11 tahun.

“Target kita 2,1 juta perempuan usia 11 tahun, dan dalam tiga tahun, kita telah mencapai 1,9 juta perempuan yang telah dideteksi dini kanker. Jadi, saya senang karena ini menjadi target yang ingin saya lihat,” ucapnya.

Ke depan, Kemenkes juga akan mengejar kelompok usia 15 tahun yang belum menerima vaksin di usia 11 tahun, serta mempertimbangkan program lanjutan bagi perempuan usia 21 tahun.

Baca Juga:  Menteri Kesehatan Resmikan Dua Puskesmas Pascabencana di Aceh

“Tetapi, yang jelas pada tahun 2027, kita akan imunisasi anak laki-laki untuk usia 11 tahun. Sehingga, diharapkan bahwa angka kanker serviks di Indonesia itu bisa turun,” pungkasnya. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani